Artikel Rektor

MERAIH KEBAHAGIAAN HAKIKI

Penulis : Prof. Dr. H. Muhibbin, M.Ag, 01 Maret 2011,

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

الحمد لله الحمد لله الذى خلق الإنسان علمه البيان أشهد أن لا اله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمد ا عبده ورسو له المبعوث رحمة للأنام اللهم صل وسلم وبا رك على سيدنا محمد وعلى اله وأصحا به الكرام أما بعد:  فيا أيها الناس اتقوا الله حق تقا ته ولا تمو تن إلا وأنتم مسلمون , قال الله تعالى : يا أيها الذين ا منوا اتقوا الله حق تقا ته  ولا تمو تن إلا وأنتم مسلمون .

Hadirin  Jamaah Jum`ah rahimakumullah

Marilah dalam kesempatan yang mulia dan tempat yang mulia ini, kita senantiyasa  memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia yang selama ini diberikan kepada kita, sehingga  sampai detik ini kita  masih diberi kesempatan untuk menikmati indahnya dunia dan mengabdikan diri secara tulus kepada Nya.  Shalawat serta salam mudah-mudahan diberikan kepada baginda Rasulillah SAW. yang telah menyampaikan risalah kepada kita  dengan konsisten dan bertanggung jawab, sehingga kita dapat meyikini dan melaksanakan syari`at yang dibawanya tersebut secara mantap.  Amin.

Untuk itu mari saya ajak para hadirin untuk memperbarui komitmen kita untuk senantiasa  mewujudkan dan sekaligus meningkatkan taqwa kepada Allah SWT dalam dataran realitas; yakni berupaya dengan segenap kemampuan yang ada untuk melaksanakan perintah-perintah Allah secara sadar dan ikhlas, serta menjauhkan diri dari setiap larangan-larangan Nya.  Karena hanya dengan pelaksanaan taqwa seperti itulah kita bisa berharap agar dalam mengarungi kehidupan yang penuh problem ini,  senantiasa mendapatkan bimbingan dari Allah SWT  untuk mencapai  kebahagiaan hakiki, lahir dan batin serta mendapatkan ridlo Nya.  Amin

Jamaah jumah rahimakumullah

Dalam  menjalani kehidupan di dunia ini, semua orang sudah barang pasti mengharapkan akan mendapatkan kehidupan yang bahagia, sejahtera, tenang dan tentram, jauh dari kesengsaraan dan ketidaktenangan.  Namun  realitasnya, tidak sedikit yang menemui  keadaan sebaliknya;  Bukan ketenangan, ketentraman, dan kebahagiaan serta kedamaian yang di dapatkannya, tetapi justru  kesengsaraan dan penderitaan yang selalu menyelimuti kehidupannya.

Karena itu saya mengajak kepada hadirin semua, marilah kita  selalu  mengadakan evaluasi diri, bermuhasabah, introspeksi diri, untuk melihat sejauh mana langkah dan sepak terjang kita selama ini sebagai hamba Allah.  Adakah kita telah melaksanakan perintah Allah dengan benar; adakah kita telah menjauh dan meninggalkan segala bentuk kemaksiatan yang dilarang-Nya;  atau adakah kita justru telah berulang kali mengabaikan perinta Nya, dan menabrak larangan-Nya; adakah kita telah berupaya keras untuk meraih kesejahteraan tersebut; atau adakah justru kita  malas berupaya, tetapi hanya mengandalkan  angan-angan dan imajinasi serta doa saja, dan lain sebagainya.

Semua itu tentu berpulang kepada diri kita masing-masing.  Tuhan sendiri telah memberikan pilihan-pilihan bagi kita, karena kita diberkan otak dan pikiran untuk dapat menimbang dan akhirnya menentukan pilihan.  Tuhan telah memberikan penjelasan yang sangat gamblang, bahwa dengan berlaku baik, dan mengikuti perintah Tuhan, nantinya akan dijamin bahagia dan beruntung, tetapi kalau pilihan itu dijatuhkan kepada perbuatan yang merugikan dan maksiat, maka dikemudian hari akan mendapatkan kesengsaraan dan neraka.

Dengan demikian sesungguhnya kita semua ini telah diberikan petunjuk yang sangat jelas, bagaimana kita dapat hidup bahagia, bagaimana kita bisa meraih kesuksesan dan berbagai hal positif lainnya.  Namun sekali lagi semuanya tergantung kepada kemauan kita sendiri.  Untuk itu menimbang  amal kita atau bermuhasabah di dunia ini sangat diperlukan, dengan harapan nantinya kita akan bisa menentukan arah dan langkah kita selanjutnya.

Sekali lagi bahwa muhasabah atau evaluasi diri ini sangat diperlukan untuk menyusun langkah kita  pada masa depan, tentu dengan berupaya memperbaiki diri sesuai dengan tuntunan syari`at.  Perbuatan dan langkah kita yang kurang, akan dapat kita tambal dengan amaliah lainnya yang sekiranya dapat memberikan dampak positif dalam diri kita, sementara itu perbuatan kita yang sudah positif, kita pertahankan dan bahkan tingkatkan, hingga mencapai kondisi maksimal.

Untuk mencapai kehidupan yang tenang, tentram dan bahagia sejahtera secara hakiki  tersebut, kiranya beberapa hal berikut ini perlu diamalkan secara nyata, yaitu:

  1. Sebagai hamba Allah SWT yang hidup di dunia, mari kita berusaha dengan sungguh-sungguh dan benar untuk mendapatkan  dunia sebagai salah satu sarana untuk mencapai kebahagiaan. Kita semua menyadari bahwa dalam kenyataannya kita ini hidup di dunia, meskipun orientasi untuk akhirat juga harus ada, karena itu akan sangat bijaksana, manakala kita juga mencari karunia Tuhan yang tersebar di atas bumi ini, semata-mata untuk mencari kebahagiaan dan ridlo Tuhan.  Kita harus ingat bahwa Allah tidak menyukai kepada orang-orang yang malas mencari karunia-Nya.
  2. Mari kita jadikan upaya mendapatkan karunia Allah SWT dan seluruh aktifitas kita sehari-hari sebagai bentuk ibadah dan pengabdian diri yang tulus kepada Allah SWT.  Jangan ada sedetikpun dalam hidup kita yang terlepas dari  manifestasi ibadah kepada Nya.  Bukankah Allah telah berfirman: وما خلقت الجن والا نس إلا ليعبدون  Dan Aku (Allah) tidak jadikan jin dan manusia, melainkan  agar mereka itu beribadah dan mengabdikan diri mereka kepadaku.  Dan bagaimana kita dapat mewujudkan seluruh aktifitas positif kita sebagai bentuk pengabdian kepada Allah, Nabi Muhammad SAW telah memberikan petunjuk untuk hal tersebut melalui sabdanya: انماالأعمال بالنيات و انما لكل امرئ ما نوى  sesungguhnya segala amal erbuatan itu tergantung kepada niatnya, dan bagi (amal) seseorang itu ya tergantung kepada apa yang diniatkan.
  3. Mari kita senantiasa berdzikir, ingat kepada Allah SWT. dalam setiap detak nafas kita.  Jangan sampai ada waktu dimana kita melupakan kehadrian Allah di sisi kita;  Dalam keadaan apa saja;  saat kita berdiri, duduk, berbaring dan dalam keadaan  lainnya, mari kita jadikan Allah sebagai fokus ingatan kita.  Dengan memerankan diri seperti itu insya Allah akan memberikan ketenangan kepada kita.  Allah telah berfirman : الا بذكر الله تطمئن القلوب  Ingat bahwa dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang.
  4. Mari kita senantiasa menkaji, membaca, dan mencermati kitab suci kita al-Qur’an.  Al-Qur’an adalah kitab suci yang harus dipedomani dalam kehidupan kita.  Bagaimana mungkin kita bisa berpedoman kepada al-Qur’an, kalau kita tidak pernah tahu isi dan kandungannya.  Bagaimana mungkin kita bisa tahu isi kandungannya, kalau kita tidak pernah membaca dan mencermatinya. Bagaimana mungkin kita bisa hidup bahagia kalau tidak mengikuti petunjuk Allah SWT yang tertuang di dalam kitab suci.  Karena itu jangan ada satu haripun yang terlewatkan untuk menkaji al-Qur’an; kita harus berani memenej dan sisihkan waktu untuk membaca dan mengkajinya, agar kita mendapatkan karunia dan hidayah-Nya.
  5. Mari kita  latih dan biasakan untuk peduli dan peka terhadap sesama dan lingkungan.  Membantu yang kekurangan, meringankan beban mereka yang kesulitan, mengentaskan mereka yang menderita, lemah, dan keadaan yang memperihatinkan adalah perbuatan-perbuatan terpuji dan diperintahkan agama.  Jangan sampai kita  merasa hidup sendiri, dan tidak peduli terhadap nasib sesama, lebih-lebih kepada mereka yang sedang mendapatkan ujian dari Allah SWT.  Bukankah Allah menganggap mereka yang enggan membantu dan mengentaskan  orang-orang lemah, fakir, miskin dan anak-anak yatim dan terkantar (padahal mereka sangat mampu), sebagai pendusta agama?.  Mari hindarkan diri kita dari orang-orang yang dicap sebagai pendusta agama, dengan cara peduli dan membantu sesama.

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah

Dengan melaksanaakn beberapa hal yang saya sebutkan tadi secara ikhlas dan konsisiten, insya Allah, apa yang kita cita-citakan, yakni hidup bahagia, sejahtera  lahir dan batin, dunia hingga akhirat akan  kita raih dengan ridlo Allah  Amin.

Pada akhirnya mari kita mantapkan komitmen kita untuk meraih kebahagian tersebut dengan kesungguhan hati dan kemantapan langkah melalui jalur yang ditunjukkan oleh syari`at, serta selalu berdoa kepada Allah SWT secara tulus agar kita diberikan Taufiq, Hidayat, Inayah, dan Maunah, sehingga upaya kita tersebut menjadi kenyataan serta mendapatkan ridlo-Nya.  Amin.

أعوبالله من الشيطان الر جيم بسم الله الرحمن الرحيم

والعصر إن الإنسان لفى خسر إلا الذين امنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر

بارك الله لي ولكم فى القران العظيم ونفعنى وإياكم بما فيه من الأيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلا وته إنه هو السميع العليم وقل رب اغفر وارحم وأنت خير الرا حمين

Daftar Artikel Rektor
Ide dan pemikiran penulis dapat diakses melalui : http://muhibbin-noor.walisongo.ac.id

Mutiara Hikmah

Mutiara Al-Ghazali

Hiduplah sebagaimana yang kau sukai  tetapi ingat bahwasanya engkau akan mati, cintailah pada sesiapa yang engkau kasihi tetapi jangan lupa bahwasanya engkau akan berpisah dengannya dan buatlah apa yang engkau kehendaki tetapi ketahuilah bahwasanya engkau akan menerima balasan yang setimpal dengannya

Lihat Berdasarkan Kategori

    Sistem Informasi Akademik (SIA) Tracer Study PBB LPPM Perencanaan IAIN Walisongo Unit Lelang & Pengadaan IsDB Walisongo Pascasarjana IAIN Walisongo Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Digilib IAIN Walisongo Katalog Perpustakaan IAIN Walisongo Electronic Journal