Berita

13 UNIVERSITAS DI TAIWAN SOSIALISASI BEASISWA DI INDONESIA

Penulis : TIM HUMAS, 24 Juli 2017, 09:05:11

Semarang – Sebanyak 13 universitas yang melakukan promosi beasiswa studi di Taiwan. Kebetulan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menjadi tuan rumah kegiatan. Tahun 2017, sudah lima ribu mahasiswa indonesia sekarang studi lanjut S2 maupun S3 di Taiwan. Data ini didapat dari kedutaan Indonesia di Taiwan,” kata Rosyid saat memberi materi beasiswa pada Kamis, (20/7) di aula American Corner.

Kampus yang melakukan promosi yaitu National Central University ,NTUT, NATIONAL CHIN-YI UNIVERSITY OF TECHNOLOGY, National Taiwan University, NTUST, National Taipei university, Taipe Medical University , National Kaohsiung University of Science AJD Technology, National Chengkung University, NKUAS, Mingchuan university, Taiwan shofu university,  Yuan ze university

 “Sebuah kebanggan bisa studi lanjut ke luar negeri, terutama bisa studi di negero Formosa yang berarti pulau yang indah. Disana banyak ilmu yang bisa dipelajari,” kata Naufal yang mendapat beasiswa studi S2 di di National Taiwan Ocean University.

Naufal mengatakan, persaingan beasiswa di Taiwan tidak terlalu sulit, asalkan persyaratannya terpenuhi, TOEFL nya bagus, bisa bahasa mandarin, serta persyaratan wajib seperti ijasah dan yang lainnya seperti paspor dan visa.

“Selain bisa mengenal metode pendidikan di taiwan, saya bisa jalan-jalan mengelilingi penjuru taiwan. Saya sudah menjelajah dari utara taiwan sampai selatan taiwan

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Muhibbin M.Ag., medorong mahasiswa UIN Walisongo untuk menguasai bahasa asing terutama bahasa Inggris dan bahasa Arab untuk dapat memperoleh beasiswa dari perguruan tinggi di luar negeri. Alumni UIN Walisongo ada 5 mahasiswa yang studi lanjut S2 di Taiwan.

Hal tersebut disampaikan Rektor dalam sambutannya saat membuka Taiwan Education Exhibition 2017 di Aula Perpustakaan UIN Walisongo Semarang. Rektor juga menyinggung bahwa saat ini mahasiswa memiliki kesempatan yang cukup banyak untuk mendapatkan beasiswa baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri, tidak seperti saat dirinya menjadi mahasiswa.

“Mahasiswa seharusnya memperdalam bahasa asing sejak awal perkuliahan agar memperoleh skor Toefl dan IMKA yang baik, karena skor Toefl atau IMKA tidak dapat diperoleh secara instan,” katanya.

Dalam sambutan tersebut, Rektor juga mengucapkan terima kasih kepada Perhimpunan Pelajar Indonesia Taiwan dan Taiwan Education Center Indonesia yang telah memilih UIN Walisongo Semarang sebagai salah satu tempat penyelenggaraan Taiwan Education Exhibition 2017.

Acara yang berlangsung dari pukul sembilan pagi sampai jam tiga sore ini diikuti oleh kurang lebih 150 peserta yang tidak hanya berasal dari UIN Walisongo akan tetapi juga dari beberapa perguruan tinggi di Semarang seperti UNWAHAS, UNNES, UDINUS, UNDIP dan bahkan ada beberapa mahasiswa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang sedang berlibur di Semarang.

Selain pameran, acara ini juga diisi dengan bincang-bincang tentang Kuliah di Taiwan dengan Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Taiwan, Lalu Tri Wijaya, Alumni UIN Walisongo Semarang yang saat ini sedang menyelesaikan S2 di Taiwan, Abdul Rosyid dan Ivan Arista dari Taiwan Education Center Indonesia.

KOMENTAR
Nama
Website
Email
Komentar
 
Berita Lainnya

Mutiara Hikmah

Q.S. Yusuf (87)

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan orang-orang yang kufur (terhadap karunia Allah).”


Lihat Berdasarkan Kategori

    Sistem Informasi Akademik (SIA) Sistem Informasi Remunerasi (SIREMUN) Tracer Study PBB LPPM Perencanaan IAIN Walisongo Unit Lelang & Pengadaan IsDB Walisongo Pascasarjana IAIN Walisongo Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Digilib IAIN Walisongo Katalog Perpustakaan IAIN Walisongo Electronic Journal