Berita

BAI UIN Walisongo Bagikan 900 Bungkus Daging Kurban

Penulis : TIM HUMAS, 04 September 2017, 14:46:37

Semarang – Badan Amalan Islam (BAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo membagikan 900 kantong daging hewan kurban kepada faqir miskin masyarakat sekitar kampus yaitu kecamatan Ngaliyan dan Tugu serta pondok pesantren di sekitar kampus.

Kepala Badan Amalan Islam (BAI) KH Ahmad Soleh MAg mengatakan bahwa jumlah daging itu berasal dari 4 sapi dan lima kambing. Serah terima hewan kurban dilakukan Rektor UIN Walisongo Prof Dr H Muhibbin MAg kepada kepala BAI UIN Walisongo Ahmad Soleh didampingi para Wakil Rektor dan para Kepala Biro pada Senin, (4/9) di aula kampus 1.

Soleh  berharap agar hewan kurbannya bisa dimanfaatkan warga yang menerima. UIN Walisongo menyembelih pada hari Senin karena saat hari raya idul adha, kampus masih libur dan cuti bersama. "Saya serahkan agar diberikan kepada yang berhak," katanya.

Pemotongan hewan kurban ini, hasilnya dapat bermanfaat bagi masyarakat. Ia juga mengucapkan selamat hari raya Idul Adha kepada rakyat Indonesia.

"Pertama, alhamdulillah ya kita masih dipertemukan di hari Idul Adha ini. Tentunya saya mengucapkan selamat Idul Adha umat muslim dan kepada kita semua. Mohon maaf lahir dan batin," katanya.

Rektor UIN Walisongo menyampaikan bahwa makna berkurban, menurutnya, bukan sekadar beribadah, tapi juga sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.

"Diharapkan daging kurban ini akan memberikan manfaat kepada sesama, khususnya pada mereka yang sangat memerlukan," imbuhnya.

Saya berfikir para Kasubag hingga rektor sebaiknya berkurban di UIN Walisongo, atau kalo tidak tiap tahun sesekali mereka qurban di sini. Hal ini merupakan ujian ketulusan bagi umat muslim.

Kita berkurban karena meneladani kisah nabi Ibrahim yang mendapat wahyu dari Allah untuk menyembelih putranya, sehingga karena kekuatan keimanan Nabi Ibrohim, Allah SWT mengganti putranya dengan kambing.

Orang yang suka berkurban akan dilipatgandakan pahalanya. Kalo kita berfikir rasa eman-eman, maka ya selanjutnya akan eman-eman terus.

Orang yang merasa cukup itu adalah orang kaya yang sejati. Secara subtansi orang kaya bukan orang yang banyak uangnya.

KOMENTAR
Nama
Website
Email
Komentar
 
Berita Lainnya

Mutiara Hikmah

Q.S. Yusuf (87)

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan orang-orang yang kufur (terhadap karunia Allah).”


Lihat Berdasarkan Kategori

    Sistem Informasi Akademik (SIA) Sistem Informasi Remunerasi (SIREMUN) Tracer Study PBB LPPM Perencanaan IAIN Walisongo Unit Lelang & Pengadaan IsDB Walisongo Pascasarjana IAIN Walisongo Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Digilib IAIN Walisongo Katalog Perpustakaan IAIN Walisongo Electronic Journal