Berita

Gerakan Santri Menulis di UIN Walisongo

Penulis : TIM HUMAS, 15 Juni 2017, 09:01:25

Semarang – Harian Suara Merdeka yang bergelut di dunia tulis menulis melakukan amalnya dibidang jurnalistik. Sudah 23 tahun kegiatan amal Gerakan Santri Menulis berlangsung di seluruh Jawa Tengah. Hal ini disampaikan Redaktur Senior H Sasongko Tedjo SE MM dalam penutupan Pelatihan Jurnalistik Gerakan Santri Menulis Sarasehan Jurnalistik Ramadhan 2017 di Universitas Islam Negeri Walisongo pada Rabu, (14/6).

“Keprihatinan Harian Suara Merdeka terhadap kaum santri yang jarang menulis kitab/buku keagamaan. Berawal dari keluhan kaum santri kurang menciptakan karya tulis yang berkualitas seperti pada masa ulama terdahulu seperti Imam Ghozali, Imam Syafii, dan yang lainnya,” katanya.

Sasongko menambahkan bahwa Suara Merdeka mencoba membangkitkan semangat menulis, menulis apa saja yang bermanfaat bagi diri dan orang lain. Santri harus menjunjung tinggi akhlakul karimah dan menjaga moral dengan baik.

Sarasehan Jurnalistik dibuka Rektor UIN Walisongo Prof Dr H Muhibbin MAg. Turut hadir Walikota Semarang yang diwakili Sekda Drs Adi Tri Hananto.

Prof Muhibbin mengatakan terima kasih kepada Suara Merdeka atas terselenggarakannya Gerakan Santri Menulis.

“Saya berharap ada 50% dari semua peserta yang mentes. Jika peserta ada yang bisa menjadi penulis profesional maka kegiatan ini bisa barokah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa setiap hari selama tujuh tahun saya membiasakan menulis artikel di website   www.muhibbinnur.walisongo.ac.id.

“Menulislah dan jangan menyerah. Meskipun sekali dua kali tidak dimuat dimedia massa  itu tidak menjadi halangan kita untuk menulis,”katanya.

Ia menambahkan bahwa hasil dari menulis, saya sudah menerbitkan banyak buku yang bisa dinikmati masyarakat diantaranya tafsir Ijmali. “sekarang saya mulai menggeluti dunia puisi agar bisa membuat karya sastra yang bisa dibaca banyak orang. Meskipun polanya ada yang belum sesuai dengan aturan yang berlaku, annggap saja puisi ini sebagai pola baru,” katanya.

Saya berharap para santri bisa menjadi santri yang berakhlakul karimah dan bermoral baik. Pendiidkan karakter terhadap santri harus dipertahankan dengan menjaga semua  kebajikan. Mesipun santri mnjdi orang sukses harus tetap menjaga karakter.

KOMENTAR
Nama
Website
Email
Komentar
 
Berita Lainnya

Mutiara Hikmah

QS. Al-Baqoroh (2:45)

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’

Lihat Berdasarkan Kategori

    Sistem Informasi Akademik (SIA) Tracer Study PBB LPPM Perencanaan IAIN Walisongo Unit Lelang & Pengadaan IsDB Walisongo Pascasarjana IAIN Walisongo Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Digilib IAIN Walisongo Katalog Perpustakaan IAIN Walisongo Electronic Journal