Berita

LP2M UIN Walisongo Beri Penghargaan 9 Posdaya Terbaik se- Kabupaten Semarang

Penulis : TIM HUMAS, 10 Mei 2017, 12:46:40

Semarang -  Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) memberikan penghargaan kepada sembilan Posdaya terbaik se Kabupaten Semarang. Posdaya tersebut yaitu Posdaya Krida Mulya Desa Ngrawan, Getasan keluar sebagai yang penilaian terbaik. Sementara peringkat kedua, diraih Posdaya Syababul Amanah Desa Gondang, Sumowono, kemudian Posdaya Ngrapah Jaya Banyubiru.

Hal itu disampaikan Ketua LP2M Dr Sholihan MAg dalam kunjungan kerja Rektor UIN Walisongo Prof Dr H Muhibbin MAg dan Bupati Semarang Mundjirin.

Hadir pada kesempatan itu, Bupati Semarang Mundjirin, Dekan UIN Walisongo, dan pejabat struktural di lingkungan UIN Walisongo Semarang. Di hadapan tamu undangan, Kades Wates, Darto mengutarakan pembangunan ITC telah dilakukan sejak 2009 lalu. Ada berbagai kegiatan pendidikan keagamaan, di antaranya pondok pesantren, taman baca Alquran, pusat pendidikan dan pelatihan kewirausahaan, serta gerai aneka produk bernilai ekonomis unggulan desa.

Dalam sambutannya, Bupati Mundjirin mengapresiasi apa yang dilakukan mahasiswa dan keluarga besar UIN Walisongo. Menurutnya, Pemkab Semarang terus berupaya meningkatkan mutu pembangunan, terutama di wilayah perbatasan dan terpencil. Termasuk di wilayah Getasan yang merupakan daerah perbatasan.

’’Dukungan serta motivasi dari mahasiswa KKN akan membantu percepatan pembangunan,’’ ujarnya.

Ketua LP2M UIN Walisongo, Dr H Sholihan MAg mengatakan pada periode kali ini sebanyak 586 mahasiswa yang melaksanakan KKN. Kegiatan yang dimaksud, tersebar di 47 desa pada empat kecamatan, yakni Kecamatan Bandungan, Getasan, Sumowono, dan Kecamatan Banyubiru. ’’Tema KKN kali ini posdaya berbasis masjid. Para mahasiswa diwajibkan membentuk satu posdaya di desa lokasi KKN,’’imbuhnya.

Pembangunan ITC

Setelah sempat vakum, kegiatan Islamic Training Centre (ITC) di Desa Wates, Getasan, Kabupaten Semarang, akhirnya bisa kembali aktif berjalan. Proses itu, tidak terlepas peran mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang menjalankan program tematik posdaya dan revitalisasi ITC Wates. Peresmian program unggulan KKN reguler angkatan ke- 68 tersebut, dilakukan oleh Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Dr Muhibbin yang ditandai pemukulan kentongan di halaman kompleks ITC Desa Wates di Dukuh Demplongan, Selasa (9/5) siang.

Revitalisasi ITC yang mencakup pembangunan beberapa sarana fisik, seperti perbaikan gedung, hingga pembuatan sarana MCK tersebut, menelan anggaran lebih kurang Rp 54,5 juta. Di dalamnya ada bantuan stimulan dari UIN Walisongo sebesar Rp 15 juta, adapun selebihnya merupakan hasil swadaya masyarakat. ’’Namun dalam dua tahun terakhir, kondisinya vakum. Kami merasa senang sekali revitalisasi ITC menjadi program unggulan kegiatan KKN kali ini. Semoga masyarakat dapat belajar lagi mengenai agama,’’ kata Darto.

KOMENTAR
Nama
Website
Email
Komentar
 
Berita Lainnya

Mutiara Hikmah

QS. Al-Baqoroh (2:45)

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’

Lihat Berdasarkan Kategori

    Sistem Informasi Akademik (SIA) Sistem Informasi Remunerasi (SIREMUN) Tracer Study PBB LPPM Perencanaan IAIN Walisongo Unit Lelang & Pengadaan IsDB Walisongo Pascasarjana IAIN Walisongo Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Digilib IAIN Walisongo Katalog Perpustakaan IAIN Walisongo Electronic Journal