Berita

Pencanangan Zona Integritas

Penulis : Prof. Dr. H. Muhibin, M.Ag., 06 September 2017, 08:07:48

Kemarin UIN Walisongo mencanangkan  zona integritas sebagai wujud dan komitmen untuk memulai dan menjadikan kampus UIN Walisongo sebagai kampus yang bebas dari praktek korupsi.  Hal ini  disebabkan sudah ada petunjuk tentang itu, meskipun  sesungguhnya sudah sejak tahun 2012 yang lalu secara mandiri  saya sebagai rektor yang  baru pada saat itu, mencanangkan  bahwa kampus IAIN pada saat itu menjadi kampus yang bebas dari korupsi.

Mungkin pada saat itu masih banyak yang belum nglegewo tentang apa yang saya sampaikan, karena  belum ada yang memulainya dan bahkan masih  banyak diantara masyarakat, termasuk sebagian warga kampus yang mempraktekkan dan bermental ingin korupsi.  Masih banyak diantara kita yang  menginginkan ada tambahan dari gaji yang setiap bulannya  kita terima.  Akibatnya pekerjaan tidak beres dan kondisinya sangat memprihatinkan.

Namun dengan ketekunan sedikit demi sedikit kita dapat mengubah mental tersebut, meskipun belum seluruhnya, terbukti masih ada saja sebagian diantara warga yang ketahuan melakukan pelanggaran.  Dan kebanyakan diantara  warga juga masih terbawa dengan irama lama, yakni  untuk mengerjakan sesuatu yang sudah menjadi kewajibannya juga  masih menginginkan ada uangnya.  Dengan kata lain “ada uang, pekerjaan akan beres, tetapi kalau tidak ada uang, pekerjaan akan mangkrak”.  Menurut saya hal tersebut tidak boleh berlangsung terus menerus, karena negara akan dirugikan.

Untuk itu  secara perlahan, kemudian kami dapat mendeteksi  semua persoalan dan dengan bimbingan yang baik atau bahkan  dengan tegas kami harus memberikan sanksi kepada siapapun yang terbukti melakukan hal-hal tidak terpuji tersebut.  Sebagiannya ada yang diturunkan pangkatnya, ada yang ditunda kenaikan pangkatnya dan ada yang  diberikan teguran tertulis dan lainnya.  Semua itu semata mata untuk menjadikan kampus Islam ini sebagai kampus yang ideal dan bersih dari segala macam penyakit.

Konsep keberkahan memang  selalu saya sampaikan, meskipun  tidak serta merta lalu diikuti, melainkan harus memakan waktu cukup lama, hingga berbagai aturan dan pengawasan diberlakukan.  Alhamdulillah hasilnya sudah dapat dirasakan, bahkan hingga parcel lebaran pun kita tidak akan mau menerimanya, karena termasuk gratifikasi.  Dan alhamdulillah  ada sebagian diantara karyawan yang mengikuti jejak para pimpinan tersebut, dan itu merupakan hal yang sangat positif.

Nah, setelah munculnya peraturan tentang  penciptaan zona integritas di lingkungan Kementerian Agama, dan kebetulan UIN Walisongo dijadikan sebagai salah satu pilot projeck, maka saat ini dicanangkan  zona integritas menuju wilayah kampus yang bebas dari korupsi.  Tentu  ini akan lebih mudah bagi kami, sebab sudah dimulai sejak beberapa tahun yang silam.  Pencanangan ini hanyalah formalitas semata, karena hakekatnya kami sudah menjalankannya.

Kami berharap bahwa dengan pencanangan kali ini, seluruh warga kampus akan lebih terpacu lagi untuk mengabdi dan sekaligus prinsip hidup berkah akan  menyelimuti kehidupan mereka.  Konsep berbagi kepada sesama yang kurang mampu juga sudah kita canangkan bersamaan dengan  pencanangan kampus bebas dari korupsi pada tahun 2012 tersebut, hanya saja  baru sedikit yang  sudah mengikutinya.  Namun kami tidak akan menyerah, karena untuk sebuah kebajikan itu tidak ada kata menyerah.

Kami yakin bahwa pada saatnya nanti keinginan untuk menciptakan warga kampus yang  berperilaku Islami, santun,  selalu berbagai dan menjauh dari korupsi, benar benar akan terwujud. Kalaupun pada saat ini masih ada yang enggan untuk memberi atau bersedekah, kami akan tetap terus memberikan teladan bagi mereka, dan  keyakinan kami sangat kuat, bahwa pada saatnya nanti mereka akan tergerak  pula hatinya sehingga akan mengikuti kebajikan tersebut.

Hidup berkah itu memang menjadi tujuan utama dalam mengarungi dunia fana ini, karena  apa artinya kalau berharta banyak, tetapi hati tidak tenang, atau kalau sakit sakitan dan merasa selalu diburu-buru oleh  pihak lain.  Tentu akan lebih nyaman jika  hidup tenang, hati tenteram dan jiwa pun juga damai, meskipun harta hanya sekedar cukup.  Kita sesungguhnya bukan mencari harta yang melimpah, melainkan hanya mencari rizki yang cukup, sehingga kita tidak lagi menginginkan yang lainnya.

Barangkali memang itulah yang seharusnya disikapi  dan menjadi mental kita semua, karena  konsep kaya menurut Nabi Muhammad SAW ialah bukan terletak pada banyaknya harta, melainkan pada ketenangan hati dan perasaan cukup dalam diri.  Jika  kita berprinsip demikian maka tidak ada terbersit sedikitpun untuk melakukan  penyelewengan demi mendapatkan harta.  Justru dengan prinsip  kecukupan dan keberkahan tersebut kita akan  berusaha  secara sungguh-sungguh untuk tidak keluar dari aturan main yang ada.

Kita yakin bahwa jika kita memakan harta yang tidak sesuai dengan ketentuan, maka harta tersebut hanya akan menjadi batu sandungan kita untuk mendapatkan kecukupan dan keberkahan.  Nah, prinsip zona integritas tersebut ialah bagaimana kita mempunyai sikap dan mental yang baik dan akan selalu mengikuti jalan yang lurus dan menjauh dari segala macam pembelokan dan penyelewengan dengan alasan apapun.  Zona integritas memungkinkan kita semua untuk terus bekerja dengan serius, karena merasa bertanggung jawab atas gaji atau upah yang diberikan kepada kita.

Zona integritas juga akan senantiasa  membimbing kehidupan kita semua untuk  mau  bekerja dengan tulus dan tidak membandingkannya dengan pendapatan pihak lain.  Jika  konsep keberkahan sudah berada dalam diri kita, niscaya kita akan menjaga hidup kita agar selalu mendapatkan ridla Tuhan dan mendapatkan ketenangan hati.  Semua itu akan dapat kita peroleh jika kita menjalankan kewajiban dengan benar dan menjauhkan diri dari segala macam hal yang dapat menyebabkan  harta yang kita peroleh menjadi haram.

Tentu kita semua akan mendapatkan bimbingan langsung dari Tuhan, karena keseriusan kita dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.  Kita akan memperhitungkan setiap suap nasi yang masuk ke dalam perut kita dan keluarga kita, agar sedikitpun tidak tercampur dengan hal syubhat, apalagi haram.  Pada saat kita membayangkan kehidupan akhirat yang hanya ada dua tempat, yakni surga dan neraka, kita akan dibuat  merinding dengannya.  Karena itu kemudian kita hanya ingin masuk surga, bukan karena keinginan kita  untuk mendapatkan nikmat Nya yang berlimpah, melainkan semata-mata ingin menjadi hamba yang taat dan terhindar dari  siksa neraka.

Mungkin bagi sebagian orang, prinsip ini terlalu dini untuk disampaikan di dunia, namun  kapan lagi, dan saat inilah waktu yang tepat untuk membangun  kapasitas kita  sebagai seorang muslim yang taat dan ideal, setidaknya  muslim yang mengikuti langkah dan jejak Rasul Muhammad saw, yang selalu santun,  dermawan, dan juga toleran terhadap  siapapun.  Kita hidup di dunia ini hanya sebentar dan selanjutnya kita akan menuju akhirat yang langgeng, karena itu sangatlah rugi bagi siapapun yang tidak memanfaatkan hidup ini untuk persiapan hidup abadi tersebut.

Kita sangat berharap bahwa dengan zona integritas di Uin Walisongo ini, akan dapat menyelamatkan seluruh warga kampus dari kemungkinan buruk yang dapat menimpa.  Kita  memohon kepada Tuhan agar UIN Walisongo diberikan keberkahan dalam menjalankan  proses pendidikan kepada anak-anak bangsa dan dijauhkan dari berbagai persoalan yang sulit untuk diurai. Amin.

KOMENTAR
Nama
Website
Email
Komentar
 
Berita Lainnya

Mutiara Hikmah

Q.S. Yusuf (87)

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan orang-orang yang kufur (terhadap karunia Allah).”


Lihat Berdasarkan Kategori

    Sistem Informasi Akademik (SIA) Sistem Informasi Remunerasi (SIREMUN) Tracer Study PBB LPPM Perencanaan IAIN Walisongo Unit Lelang & Pengadaan IsDB Walisongo Pascasarjana IAIN Walisongo Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Digilib IAIN Walisongo Katalog Perpustakaan IAIN Walisongo Electronic Journal