Berita

Selamat Bergabung Para Mahasiswa Baru

Penulis : Prof. Dr. H. Muhibin, M.Ag., 29 Agustus 2017, 10:48:38

Perhelatan awal para mahasiswa baru UIN Walisongo telah selesai dan ditutup dengan selamat.  Seluruh mahasiswa baru yang berjumlah 3846 yang menyebar di delapan fakultas seluruhnya  puas dengan  PBAK atau Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan.  Bahkan untuk kali ini mereka mendapatkan materi yang lebih variatif dan bermanfaat.  Salah satunya adalah materi tentang walisongo, Sembilan wali yang namanya dipakai oleh institusi ini.

Demikian juga mereka mendapatkan materi tentang korupsi langsung dari KPK sendiri yang diharapkan mereka nantinya akan menjadi pihak yang ikut bertanggung jawab untuk memberantas korupsi di negeri ini.  Pengenalan  terhadap walisongo, sesungguhnya baru dimulai pada tahun ini, hal tersebut disebabkan kesadaran kita untuk memperkenalkan para mahasiswa dengan para tokoh hebat pada zamannya, khususnya  dalam dakwah yang mereka lakukan.

Hal tersebut sangat penting  untuk diketahui dan diteladani oleh seluruh mahasiswa, karena bagaimanapun mereka itu nantinya akan berhadapan langsung dengan masyarakat yang beragam.  Sepak terjang para wali tersebut sungguh sangat relevan untuk zaman ini, karena mereka menyiarkan Islam dengan kasih sayang dan  tidak serta merta memberantas semua hal yang tampak bertentangan dengan ajaran Islam.  Justru mereka  tetap mempertahankan kebiasaan dan tradisi yang sudah mengakar di masyarakat.

Hanya saja kemudian setelah  cukup kondusif, mereka kemudian mengisi tradisi tersebut dengan ajaran Islam.  Jadi Islam yang dikembangkan oleh para wali tersebut bukan kaku dan tidak dapat adaptasi dengan tradisi lokal.  Islam itu sesungguhnya akan menjadi rahmat bagi seluruh umat, bahkan seluruh alam, bukan menjadi halangan bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan rohani dan jasmaninya.  Nah, berpikir dengan cermat dan juga bijak seperti itulah yang kita inginkan dapat diwarisi oleh para mahasiswa secara keseluruhan.

Kesadaran untuk mewariskan  nilai-nilai kejuangan dan  perilaku bijak tersebut didasarkan atas kenyataan pada saat ini dimana banyak anak manusia yang mudah berlaku  radikal dalam agama,  ekstrim dalam tindakan dan  mudah terperdaya oleh  pengaruh yang menawarkan kebahagiaan secara instan.  Namun sesungguhnya jika mahasiswa dibekali dengan ilmu yang kuat dan akidah yang mapan, tentu tidak akan mudah untuk dipengaruhi, melainkan justru mereka akan semakin kuat untuk  memperjuangkan islam yang rahmatan lil alamin.

Kita tahu bahwa saat ini tantangan untuk mempertahankan Islam yang santun sebagaimana diajarkan oleh Nabi dalam  sepak terjangnya sungguh sangat berat, karena tuntutan materi yang begitu kuat, sementara  banyak diantara umat secara materi menjadi miskin,  nah, kemiskinan itulah yang  memudahkan mereka  dipengaruhi oleh bisikan yang menawarkan kebahagiaan  instan, dan biasanya mereka yang dalam kemiskinan akan mudah  mengikuti ajakan yang demikian.  Kalaupun ajakan tersebut tidak rasional sekalipun, mereka akan lebih memilihnya ketimbang terus menerus dalam kemiskinan.

Benarlah apa yang pernah dikhawatirkan oleh  sayyidina Ali bin Abi Thalib bahwa kemiskinan itu  sangat dekat dengan kekafiran.  Bagaimana tidak, kalau seseorang selalu dalam kemiskinan, sementara  orang lain  bermegah-megah dan selalu berlebih, tentu mereka akan  sangat ingin untuk mendapatkan  kecukupan tersebut.  Nah, jika kemudian ada tawaran untuk  mereka meskipun mereka harus meninggalkan keyakinannya, tentu mereka akan berpikir spontan mengikutinya, meskipun harus menggadaikan keimanannya.

Ini sesungguhnya  bukan salah mereka semata, melainkan  ada kesalahan berjamaah.  Artinya sikap dan tindakan orang muslim yang tidak sensitif dan menolong kepada mereka yang miskin.  Malahan sebaliknya kebanyakan umat muslim  malah berbangga bangga dengan harta yang dimilikinya dan bahkan memamerkan kepada mereka yang miskin.  Jika umat muslim yang kaya mau membantu saudaranya yang miskin, tentu mereka tidak akan kesulitan dan  tidak akan mau menukar imannya dengan sekedar harta tidak seberapa.

Kita memang berkewajiban untuk memberikan bekal kepada seluruh mahasiswa  yang berupa ilmu pengetahuan dan sikap santun serta bijak dalam  melakukan apapun.  Terlebih nanti kalau mereka sudah lulus dan hidup di tengah-tengah masyarakat.  Kita sangat khawatir jika  para mahasiswa hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan semata, jangan-jangan nanti mereka  akan rapuh dalam akidah dan juga rasa kebersamaaan.  Kita  berkeinginan  seluruh alumni UIN Walisongo akan menjadi pioner dalam kehidupan yang seimbang.

Artinya  para alumni UIN Walisongo akan selalu menjadi teladan di masyarakatnya dalam hidup yang sederhana dan selalu ingin berbagi dengan sesama.  Jangan sampai ada jurang yang menganga diantara para masyarakat itu sendiri.  Di samping itu kita menginginkan seluruh alumni menjadi orang yang berhasil dan makmur dalam kehidupannya, walaupun tidak berlimpah harta.  Dengan begitu mereka akan mampu hidup bermartabat di kalangan  umatnya  dan justru malah disegani karena rasa  kesetia kawanan yang mereka tunjukkan dan teladankan.

Jadi tugas UIN Walisongo ke depan bukannya semakin ringan, melainkan justru semakin berat dengan menyaksikan kondisi masyarakat saat ini yang membutuhkan sentuhan tangan terampil dan bijak agar mampu mengantarkan mereka  untuk hidup damai, aman dan berkecukupan.  Kita sangat yakin jika para pemimpin masyarakat itu mampu menjadikan diri mereka sebagai teladan bagi masyarakatnya  dalam hal bagaimana hidup saling membantu, saling menghormati dan menjaga keselamatan dan keamanan lingkungannya, pastilah akan tercipta kondisi yang ideal sebagaimana yang kita inginkan.

Kita sangat percaya bahwa para mahasiswa baru yang saat ini  sedang menginjakkan kakinya di kampus UIN Walisongo akan menjadi pihak yang akan dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan kepemimpinan di negeri ini.  Kita memang bukan sendirian, melainkan diharapkan seluruh perguruan tinggi keagamaan  di seluruh Indonesia akan  memikulnya,  bahkan termasuk perguruan tinggi lainnya yang tentu akan tergugah  untuk menjadikan para alumninya mampu berperan dan berkiprah di masyarakatnya dengan sangat baik.

Kita  sambut dengan  gembira seluruh mahasiswa baru tahun 2017 ini  dan  kampus ini bukan sebagai ajang untuk bersenang-senang, melainkan justru untuk  mempersiapkan diri mengasah diri agar pada saatnya mereka  mampu menjadi penyelamat bangsa ini  dengan peran yang positif.  Artinya  para mahasiswa yang nanti akan terjun di masyarakat tertarik untuk mengabdi dengan sepenuh hati agar seluruh masyarakat dapat hidup  sejahtera, lahir dan batin  bahkan dunia hingga akhirat.

Ingatlah tujuan  memasuki kampus, yakni  menimba ilmu pengetahuan serta memperbaiki dan mengasah akhlak karimah serta  sikap keteladanan, sehingga pada saatnya nanti mereka akan  benar-benar  menjadi orang yang dibutuhkan oleh masyarakat banyak dalam upaya menciptakan kesejahteraan yang selama ini terabaikan.  Kita sangat yakin jika kita mampu mendidik para mahasiswa dengan sangat baik, pastilah kita akan mampu memberikan sesuatu  tyang terbaik pula bagi negeri ini dan itu bukanlah sesuatu yang mustahil.

Sekali lagi kita ucapkan selamat bergabung dengan kami untuk memulai sesuatu yang sangat baik dan  menjadi tuntutan nurani serta hati kita. Kami semua  sangat  berharap agar seluruh mahasiswa  baru mempunyai komitmen yang sama untuk tujuan  tersebut.  Semoga Allah akan selalu menuntun kita  dalam menapaki hari -hari meniti ilmu dan akhlak di kampus UIN Walisongo.

KOMENTAR
Nama
Website
Email
Komentar
 
Berita Lainnya

Mutiara Hikmah

Q.S. Yusuf (87)

β€œDan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan orang-orang yang kufur (terhadap karunia Allah).”


Lihat Berdasarkan Kategori

    Sistem Informasi Akademik (SIA) Sistem Informasi Remunerasi (SIREMUN) Tracer Study PBB LPPM Perencanaan IAIN Walisongo Unit Lelang & Pengadaan IsDB Walisongo Pascasarjana IAIN Walisongo Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Digilib IAIN Walisongo Katalog Perpustakaan IAIN Walisongo Electronic Journal