Berita

UIN Walisongo Launching Desa Santri Terpadu

Penulis : PIMPINAN HUMAS, 09 Januari 2017, 16:27:50

Semarang – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) melaunching Desa Santri Terpadu di Desa Duren Kabupaten Semarang Jawa Tengah, Sabtu (7/1). Rektor UIN Walisongo Prof Dr H Muhibbin MAg menghadiri kegiatan tersebut bersama Bupati Semarang dr H Mundjirin ES SpOG, Ketua LP2M Dr H Sholihan MAg dan para pejabat UIN Walisongo. Tiga ribuan masyarakat dari berbagai daerah di sekitar Duren pun turut berdatangan ke acara launching yang dilakukan bersamaan dengan pengajian akbar Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dalam sambutannya Ketua LP2M mengatakan bahwa UIN Walisongo telah merencanakan dan melaksanakan berbagai program pengabdian pada tahun 2016, diantaranya Program Desa Santri Terpadu yang bertujuan mewujudkan misi UIN Walisongo untuk pengembangan masyarakat. ”Program ini dilakukan dengan menggali, mengembangkan, potensi sumber daya yang ada di masyarakat serta menerapkan nilai-nilai kearifan lokal berkarakter santri yang islami. Berkarakter santri artinya masyarakat mampu menjunjung tinggi nilai-nilai moral etika dalam kehidupan keseharian, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun budaya, sehingga masyarakat desa santri diharapkan memperoleh kesejahteraan lahir dan batin,” terangnya.

Untuk menggali dan mengembangkan potensi tersebut maka LP2M bersama masyarakat telah melakukan serangkaian program desa santri, yakni workshop strategic planning, workshop pemberdayaan pesantren, workshop pengelolaan BMT, workshop kewirausahaan, workshop pengelolaan Madrash Diniyah, dan terakhir Launching Desa Santri. “Saat ini, LP2M bersama masyarakat telah membentuk Koperasi Syari’ah bagi pengembangan desa santri di Duren ini,” lanjut Sholihan. 

Sementara itu Bupati Semarang, dr H Mundjirin ES SpOG menyampaikan terima kasih kepada UIN Walisongo yang telah bersedia bermitra dengan warga Duren sehingga terwujud Desa Santri terpadu. “Membangun daerah tidak serta merta tugas pemerintah, tetapi juga tugas kita bersama sebagai warga. Apa yang diinisiasi oleh UIN Walisongo beserta masyarakat desa Duren adalah salah satu contoh bagaimana partisipasi masyarakat dalam pembangunan”, tegasnya. Bupati juga berpesan agar modal usaha yang telah diberikan oleh UIN Walisongo benar-benar bisa dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat sebagai penerima manfaat.

Secara terpisah Kepala Desa Duren, Trisniwati SE pada saat mengantar rombongan LP2M UIN Walisongo mengatakan bahwa masyarakat berharap agar kerjasmaa ini terus berlanjut, baik dalam bentuk mahasiswa KKN maupun pendampingan sumber daya manusia untuk pengembangan ekonomi dan juga pendidikan.

“Saya mewakili masyarakat desa saya menyampaikan terima kasih kepada pihak UIN Walisongo yang telah sekian lama bersama kami mendampingi masyarakat. Saya kira ini bukanlah akhir dari perseduluran ini. Saya berharap bisa terus bekerjasama. Mungkin bisa kami ditempatkan untuk KKN mahasiswa UIN agar program-program ini terus berlanjut dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

KOMENTAR
Nama
Website
Email
Komentar
 
Berita Lainnya

Mutiara Hikmah

Mutiara Al-Ghazali

Carilah hatimu di tiga tempat. Temui hatimu sewaktu bangun membaca Al-Qur’an. tetapi jika tidak kau temui, carilah hatimu ketika mengerjakan sholat. Jika tidak kau temui juga, carilah hatimu ketika duduk tafakur mengingati mati. Jika kau tidak temui juga, maka berdo’alah kepada ALLAH, mintalah hati yang baru karena hakikatnya pada ketika itu kau tidak mempunyai hati.

Lihat Berdasarkan Kategori

    Sistem Informasi Akademik (SIA) Tracer Study PBB LPPM Perencanaan IAIN Walisongo Unit Lelang & Pengadaan IsDB Walisongo Pascasarjana IAIN Walisongo Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Digilib IAIN Walisongo Katalog Perpustakaan IAIN Walisongo Electronic Journal