LP2M Walisongo Ajak Siswa di NTT Belajar Dengan Riang

UIN Walisongo Online; Kupang – “Tidak ada yang sulit untuk mendekati anak-anak, karena mereka (anak-anak) berhati hangat,” pesan Titik Rahmawati, kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo kepada mahasiswa KKN Nusantara di Kelurahan Pariti, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (27/1) kemarin.

Titik hadir di NTT tidak sendiri. Bersama Erna Wijayanti staf ahli Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), keduanya memberi pengarahan sekaligus monitoring KKN di lokasi tersebut.

Dibantu mahasiswa KKN dan SD GMIT, mereka belajar bareng siswa SD Gereja Masehi Injil di Timor (GMIT). Para peserta didik diajak untuk belajar dengan riang selama di luar kelas.

Kegiatan mengajar di kelas itu cukup ramai. Para siswa pun berkumpul di bawah pohon asam yang begitu rindang. Di bawah suasana itu, perkenalan dan pengajaran singkat dilakukan.

Di depan para siswa, Titik mengawali dengan perkenalan singkat. Ia memperkenalkan diri lewat lagu. Para siswa terlihat gembira, dan tertarik mengikuti acara hingga akhir.

Mengapa dipilih di luar kelas?
Titik menjelaskan bahwa proses belajar memang tak harus di dalam kelas. Siswa perlu suasana berbeda untuk meningkatkan kemampuan mereka, khususnya kemampuan untuk bersosialisasi serta berkomunikasi.

“Acara ini bertujuan untuk mengajak siswa peduli terhadap lingkungan karena ternyata belajar di luar kelas juga dapat dilakukan dan itu menyenangkan,” jelasnya.

Selain itu, melalui acara ini, siswa diajak untuk meningkatkan kemampuan mereka bersosialiasasi dengan kakak kelas, teman sebaya dan juga adik kelas.

Hal penting lainnya, sambung Titik adalah siswa diajak untuk berani mengungkapkan apa yang ada di benak mereka di depan siswa lainnya, sehingga acara ini melatih siswa untuk berkomunikasi dengan baik.

Bernyanyi bersama, tertawa bersama serta hal yang menyenangkan adalah saat mereka menceritakan cita-cita mereka satu per satu. Mulai dari guru, dokter, TNI hingga polisi menjadi serentetan cita-cita yang mereka sebutkan.

“Saya meyakinkan mereka bahwa jangan takut untuk bercita-cita, karena Tuhan akan mengabulkan semua cita-cita,” tambahnya.

Para siswa terlihat yakin akan cita-citanya kelakn di kemudian hari akan terwujud. (TIM HUMAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X