Fuhum UIN Walisongo Terima Kunjungan Tarekat Idrisiyah

UIN Walisongo Online; Semarang – Tarekat Al-Idrisiyyah Tasikmalaya pimpinan Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag berkunjung ke Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo pada Jumat (7/2/2020).

Kunjungan dilakukan dalma rangka pengembangan dan penguatan kerjasama di bidang ilmu tasawuf dan implementasi tasawuf. Syeh Fathurrahman yang datang bersama rombongan itu diterima langsung oleh Dekan Fuhum Dr. H. Hasyim Muhammad, M.Ag di ruang sidang Dekan lantai 2.

Dalam kunjungannya, Syekh Fathurahman mengatakan maksud kunjungannya ingin membangun kolaborasi bersama tentang tasawuf dan psikoterapi.

“Kami ingin berkolaborasi tentang tasawuf dan psikoterapi agar bisa berjalan dengan baik, karena thariqah concern dengan ilmu tasawuf”, katanya, dalam sambuta pembukaan di hadapan pimpinan Fuhum.

Tasawuf sendiri dikenal sebagai ilmu yang menghubungkan manusia dengan Allah SWT, manusia dengan manusia serta manusia dengan alam sekitarnya.

“Perdebatan, permusuhan antar manusia sejak pertama penciptaannya bermuara dari satu sumber, yakni kurangnya penataan dan pengelolaan hati atau spiritual atau ruhani, sehingga manusia berperilaku di luar nilai-nilai kemanusiaan,” tambahnya.

Dekan Fuhum Hasyim Muhammad kemudian menjawab maksud kunjungan tersebut. Dalam kesempatan itu, doktor lulusan UIN Walisongo ini memberikan informasi tentang sejarah berdirinya program studi tasawuf dan psikoterapi (TP) di Fuhum. Cerita dimulai dari inisiasi dan sampai establish sampai dengan sekarang.

“Saat ini, mahasiswa TP perbandingannya adalah 1:5 dari pendaftar yang diterima. Ini menunjukkan adanya perkembangan animo masyarakat semakin baik dalam menerima prodi tersebut,” tambahnya.

Dekan juga menyampaikan ucapan terima kasih dan berjanji akan meningkatkan kerjasama di bidang ilmu tasawuf dan mengembangkan untuk menerapkan pada masyarakat melalui mahasiswa.

“Kegiatan penyebaran tasawuf ini penting, dan ini bagian dari implementasi ilmu tasawuf karena titik tekan tasawuf adalah penguatan di perilaku dan akhlak, hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, dalam membentuk manusia seutuhnya”, tambahnya.

Setelah kunjungan, kedua belah pihak saling memberikan cindera mata sebagai tanda saling menguatkan dan merencanakan kerjasama yang lebih luas.
Hadir dalam kegiatan tersebut wakil dekan 1, 2 dan 3 serta para kajur dan dosen tasawuf, Dr. H. Muhayya, M.A. dan Dr. Hj. Arikhah, M.Ag. (TIM HUMAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X