Jelang Pilkada, Dekan FISIP UIN Walisongo Semarang Hadir Sebagai Narasumber Utama Dialog Politik di Kebumen

UIN Walisongo Online, Semarang – Dekan FISIP UIN Walisongo Dr.Hj. Misbah Zulfa Elizabeth, M.Hum menjadi pembicara utama dalam acara diskusi politik dengan tema “Penguatan Demokrasi Menyongsong Suksesnya Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Kebumen 2020”,

 

Acara yang dilaksanakan oleh Kesbangpol Kabupaten Kebumen, tersebut dihadiri oleh 150 tokoh agama dan tokoh masyarakat se-kabupten Kebumen. Kamis (13/02/2019).

 

Tokoh agama dan tokoh masyarakat dipandang memiliki arti penting yang krusial dalam proses demokratisasi bernegara dan berbangsa sehingga harus terlibat aktif dalam kerangka menyambut pergelaran pilkada.

 

Sebagaimana data yang terekam dari KPU Kebumen maupun Jawa Tengah bahwa tingkat partisipasi pilkada Kebumen tahun 2015 perlu mendapat perhatian karena baru mencapai angka 64,94 persen. Persoalan partisipasi dalam sistem demokrasi adalah persoalan penting. Bagaimana mungkin jika kedaulatan negara berada di tangan rakyat namun rakyat tidak memberikan suaranya, ujar Elizabeth.

 

Dekan FISIP UIN Walisongo, selaku narasumber menegaskan bahwa “Sing ngerti Kebumen ya wong Kebumen dewek”, artinya yang paham persoalan Kebumen itu orang Kebumen sendiri. Dengan mengungkap data kajian bahwa banyaknya orang Kebumen yang bekerja di luar kota, persoalan manajemen dalam pelaksanaan pemilukada, money politics, selain secara sosial budaya masyarakat Kebumen juga mudah terprovokasi, ungkap Elizabeth.

 

Membuka perspektif yang berorientasi pada perbaikan kualitas demokrasi. Menurut Elizabeth, potensi dan modal sosial masyarakat Kebumen harus dimanfaatkan.

 

Medianya adalah literasi pilkada. Dengan memanfaatkan jaringan struktural lembaga resmi dan organisasi massa dan organisasi masyarakat pendidikan pemilih dapat dilaksanakan hingga akar rumput, ujarnya.

 

Selain itu, keberadaan 8 perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Kebumen juga harus dimanfaatkan untuk orientasi pada perbaikan demokrasi, yaitu dalam kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi.

 

Tidak kalah penting modal sosial berupa nilai guyub rukun dapat dihidupkan untuk peningkatan partisipasi dalam pemilukada yang akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 23 September 2020. Elizabeth menegaskan kembali bahwa modal sosial itu masyarakat dapat menggunakan “bahasa lokal” untuk mengajak dan meningkatkan sesama warga untuk menggunakan hak pilih mereka. (TIM HUMAS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X