Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Abu Rokhmad Bahas Kemunduran Demokrasi dan Penegakan Hukum Profetis

UIN Walisongo Online, Semarang – Prof. Dr. Abu Rokhmad, M.Ag resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Sosiologi Hukum pada Fakultas Sosial dan Ilmu Politik, UIN Walisongo Semarang. Kamis (20/02/2020)

Acara pengukuhan dilakukan pada rapat terbuka senat Akademik oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. imam taufiq, Mag beserta Ketua Senat Akademik UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Muhibin, M.Ag.

Bertempat di Auditorium 2 Kampus 3, Prof. Dr. Abu Rokhmad, M.Ag dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-28 UIN Walisongo Semarang. Dalam pidato pengukuhannya, Pria kelahiran Jepara ini menyampaikan pidato berjudul “Kemunduran Demokrasi dan Penegakan Hukum Profetis (Prespektif Saad Al-Dzariah)”

Prof. Dr. Abu Rokhmad membahas mengenai perjalanan dan tahapan demokrasi di Indonesia yang menurut hemantanya mengalami pasang surut dalam perkembangannnya, oleh karenaya penegakan hukum yang konsisten adalah jalan untuk mencapai negara demokrasi yang matang

“Demokrasi membutuhkan penegakan hukum yang serius dan konsisten” Terang Prof Abu
“Penegakan hukum – apalagi yang profetis wajib dilakukan karena mengandung banyak kemaslahatan” Tambah Dosen yang pernah mengenyam studi di UPM Malaysia ini

Rektor Prof Dr H Imam Taufiq MAg saat berikan sambutan diacara pengukuhan Prof Abu Rokhmad

Prof. Dr. Abu Rokhmad, M.Ag sebagaimana disampaikan oleh Rektor UIN Walisongo Semarang merupakan Guru Besar termuda di UIN Walisongo Semarang, ia mampu meraih jabatan tertinggi di bidang akademik ini dalam umur 43 Tahun.

“Sebagai Kiyai Muda dan Sosiolog beliau telah menjadi Uswatun Khasanah bagi kita semua, pengukuhan Guru Besar ini merupakan rekognisi dan legasi atas capaian tertinggi beliau dalam dunia Pendidikan, penelitian dan Khidmah kepada masyarakat” Terang Prof Imam

Lebih Lanjut Prof Imam merespon apa yang disampaikan oleh Prof Abu dalam pidato imliahnya, bahwa ide dan gagasan yang dari Prof Abu adalah Sesuatu hal penting untuk menjadi refleksi bagi berjalannya dinamika demokrasi dan politik di Indonesia.

“Gagasan Genuine beliau tentang penengakan hokum profetis sangat relevan dengan dinamika demokrasi dan Politik di Indonesia akhir-akhir ini” Tambah rektor UIN Walisongo.

Acara pengukuhan berlangsung dengan khidmat, terlihat turut hadir beberapa tokoh nasional dan tokoh lintas agama diacara pengukuhan guru besar tersebut, seperti K.H. Ahmad Daroji (Ketua MUI Jateng), K.H Achmad Khador Ikhasan (Pengasuh Ponpes Al-Islah), H. Yaqut Cholil Qoumas (Wakil Ketua Komisi II DPRI RI sekaligus Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor,), Romo Aloys Budi Purnomo (Keuskupan Agung Semarang), Ketua Bawaslu Jateng Fajar Subhi (Ketua Bawaslu), Taslim Sahlan (ketua FKUB Jateng), Ahmad Fadil Sumadi (hakim MK 2010-2015), Hanif Sumail (Ketua Syuriah NU Jawa Tengah) dan lainnya. (TIM HUMAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X