UIN Walisongo Semarang dan Takmir Masjid Agung Demak Bahas Persiapan Peluncuran Sejarah Kerajaan Demak

UIN Walisongo Online, Semarang – Sebagai Universitas yang membawa nama besar Walisongo, UIN Walisongo Semarang dipandang perlu untuk terus terlibat aktif dalam menggali sejarah perjuangan Islam di Nusantara. Banyak sejarah islam dan walisongo yang belum disajikan ke Ruang Publik dan menjadi salah satu pedoman nilai bagi masyarakat dalam mengamalkan Islam.

Topik tersebut yang menjadi bahasan utama dalam acara diskusi persiapan peluncuran Buku Sejarah Kerajaan Demak, antara UIN Walisongo Semarang dan Rombongan Takmir Masjid Agung Demak. Kamis (19/03/2020)

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Imam Taufiq, M.Ag menyambut baik persiapan peluncuran Buku Kerajaan Demak yang akan dicetak sebanyak 5000 Eksemplar ini. Menurutnya kehadiran buku-buku yang mengulas tentang sejarah Islam sangat perlu untuk diangkat dan disebarluaskan lewat buku dan forum-forum Ilmiah.

“Uin walisongo sangat berharap akan semakin banyak buku-buku kajian tentang walisongo, supaya edukasi perjuangan para wali dapat tersampaikan secara ilmiah melalui buku-buku sejarah tersebut” harap Rektor

Rombongan Takmir Masjid Agung Demak hadir di Kampus 1 UIN Walisongo Semarang dipimpin oleh oleh K.H Moh. Asyiq. Rombongan takmir masjid Agung Demak mengharap penuh agar kerjasama dengan UIN Walisongo dapat berjalan dengan baik.

Kehadiran UIN Walisongo sebagai salah satu universitas Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam negeri di jawa Tengah sangat diharapkan untuk dapat memberikan sejarah Islam di Tanah Jawa dapat dinikmati oleh generasi masa kini, khususnya para generasi milenial.

“Saya sampaikan terima kasih kepada UIN Walisongo Semarang atas kerja sama yang baik ini, mudah-mudahan ini menjadi langkah kebaikan bersama untuk dapat menyajikan sejarah Islam, terutama tentang para Walisongo dan Kerjaan Demak’ Ungkap K.H Moh. Asyiq mewakili Rombongan

Kedepan kerjasama dalam riset dan pembukuan sejarah tentang Kerajaan Demak dan Walisongo akan terus diupayakan oleh kedua pihak, agar masyarakat dapat menikmati dan mengambil nilai-nilai postif dari sejarah Islam di Tanah Jawa. (TIM HUMAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X