Fakulas Tarbiyah Susun Penajaman SOP

Ungaran – Sebagai
perguruan tinggi yang berkomitmen melakukan penjaminan mutu, Fakultas Tarbiyah
IAIN Walisongo Semarang melakukan penajaman penyusunan Standar Operasional
Prosedur (SOP).

“Fakultas
bersama dengan program studi, unit kerja, perpustakaan dan laboratorium harus
memiliki standar kerja yang jelas,” kata Plt Dekan Drs Shodiq Abdullah MAg
dalam pembukaan workshop penyusunan SOP di Hotel C3 Ungaran (5/11). Untuk
memberikan layanan kerja yang baik, lanjutnya, dan peningkatan target kinerja
yang memuaskan, SOP menjadi sangat penting.

Banyaknya
ragam kinerja di Fakultas perlu ditunjang oleh konsep kerja dan pelaksanaan
kerja yang optimal. “Jangan sampai ada kegiatan yang berhenti di tengah
jalan karena konsep kerjanya belum jelas,” tegasnya. Konsep kerja perlu
didukung oleh semangat kerja dan kelompok kerja yang kompak. Dengan demikian
pola pelaksanaan kerja sesuai dengan target yang diharapkan.

Bekerja
untuk melayani dan memuaskan semua pihak memang tidak mudah. Tetapi bukan
berarti usaha untuk memuaskan pihak lain tidak dilakukan. Misalnya pelayanan
legalisir, harus dilayani dengan baik dan sesuai dengan waktu yang ditentukan.
“Urusan legalisir harus diselesaikan dengan baik, jangan sampai ada pihak
yang kecewa dengan layanan kita” tegas Shodiq. Termasuk Fakultas harus
memberikan layanan akademik yang profesional dan proses birokrasi yang singkat.

Senada
dengan itu, Prof Dr Ir Muh Arifin MSc, dosen Universitas Diponegoro menegaskan
tentang pentingnya SOP. Kampus yang profesional menetapkan penjaminan mutu
dengan SOP yang sempurna. “Fakultas juga perlu merancang SOP untuk
mendukung penjaminan mutu tingkat Universitas” tegas Muh Arifin saat
menjadi narasumber. Ada dua pola penjaminan mutu dengan Sistem Penjaminan Mutu
Internal Perguruan Tinggi (SPMI PT) dan penjaminan mutu eksternal dengan
akreditasi.

Langkah-langkah
kerja yang disusun dalam SOP perlu detail dan mudah dipahami. Sehingga pola
kerja yang disusun tidak menyulitkan semua pihak. SOP bukan untuk membuat
birokrasi semakin sulit, tetapi justru untuk membuat kinerja semakin baik dan
tercapai layanannya. Kampus akan hidup jika pelayanan tersusun dengan baik dan
SOP berjalan sesuai prosedur.

Standar
kerja juga dapat berisi untuk pelayanan kemahasiswaan. Salah satu contoh SOP di
Undip tentang pengaduan revisi nilai mahasiswa. Dosen harus melakukan pelayanan
komplain mahasiswa dalam satu hari selesai. “Dosen tidak boleh marah jika
melayani mahasiswa dan tetap memberi layanan yang ada sesuai SOP”
ungkapnya.(rikza)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X