Madrasah Hebat Bermartabat dari Indonesia untuk Dunia: Studium General FITK UIN Walisongo Semarang

UIN Walisongo Online, Semarang— Senin, 15 Februari 2021 Fakultas Ilmu Tarbiah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan Studium General secara daring dengan tema ”Madrasah Hebat Bermartabat dari Indonesia untuk Dunia”. Studium general ini merupa kegiatan rutin FITK sebagai pembukaan perkuliahan. Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 750 peserta, baik dari kalangan dosen, guru, dan mahasiswa.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan yang diberikan langsung oleh Dekan FTIK, Dr. Hj. Lift Anis Ma’shumah. “Tema yang diangkat saat ini disesuaikan dengan kemajuan Madrasah yang sudah mendunia”, tutur dekan FITK UIN Walisongo Semarang (15/2).

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor 1, Dr. H. M. Mukhsin Jamil, M.Ag. Wakil Rektor 1 menekankan bahwa Madrasah hebat bermartabat merupakan impian kita bersama, sehingga Madrasah bisa berkontribusi untuk dunia. Oleh sebab itu, kita sebagai pendidik memiliki kontribusi untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mengelola Madrasah secara terbuka.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya, yaitu Dr. H. Ahmad Umar, M.A., selaku Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam kegiatan tersebut beliau mengatakan bahwa Madrasah saat ini menjadi Madrasah yang mendunia. Berdasarkan Riset Pengamat Nasional dari Amerika dan Inggris dijelaskan bahwa Madrasah Indonesia adalah Madrasah yang paling progresif. Kehebatan Madrasah dapat diukur dari pola pendidikan yang dilakukan.
“Madrasah tidak hanya berkutat pada teori keislaman, tetapi telah mengintegrasikan ilmu keislaman, sains, dan teknologi,” ungkap Direktur KSKK Madrasah Kemenag RI.

Pada kesempatan ini, selain menunjukkan pengakuan dunia atas madrasah, Direktur KSKK yang juga lulusan FITK IAIN Walisongo tersebut tak lupa menayangkan video dari YouTube berjudul Reuni Alumni Madrasah di Komisi X DPR RI. Hal itu penting diutarakan guna memantik, bahwa lulusan madrasah juga bisa menjadi insan hebat yang bisa memberi kontribusi kepada bangsa dan negara.

Hal menarik lain yang diungkapkan oleh narasumber asal Grobogan tersebut, pada beberapa tahun terakhir tren siswa yang belajar di madrasah mengalami pengingkatan pesat. Fenomena tersebut tidak saja terjadi di Jawa, melainkan di NTT, Maluku, bahkan di Papua. Karenanya, peran perguruan tinggi seperti UIN Walisongo, khususnya FITK, diharapkan dapat mencetak lulusan-lulusan yang inovatif, agar madrasah di Indonesia semakin maju dan berdaya saing. (Humas/FITK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X