Planetarium UIN Walisongo Jadi Lokasi Rukyatul Hilal 1 Syawal 1442H

 

UIN Walisongo Online, Semarang – Planetarium UIN Walisongo Semarang mulai digunakan untuk melihat hilal atau rukyatul hilal di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya.

Rukyatul Hilal dipusatkan di Lantai 3 Planetarium Kampus 3 UIN Walisongo, Selasa (11/5/2021).

Rukyatul hilal dilakukan oleh Kementerian Agama RI bersama dengan instansi terkait. Kegiatan dilakukan di penghujung bulan Ramadhan tahun 2021 untuk memastikan waktu hari raya Idul Fitri 1442 H.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, Achyani mengatakan, pelaksanaan rukyatul hilal diselenggarakan untuk penentuan 1 syawal.

Pelaksanaan Rukyatul Hilal setiap tahun sebanyak tiga kali, yaitu menjelang 1 Syawal, 1 Ramadhan dan 1 Dzulhijjah. Pelaksanaan Rukyatul Hilal di Jawa Tengah dilaksanakan di 15 tempat, salah satunya di UIN Walisongo.

“Kita lakukan rukyatul hilal ini meski kita tahu bahwa ini la yumkin. Namun, tujuan kita melaksanakan ini sebagai bahan pertimbangan pemerintah untuk bahan penentuan 1 Syawal,” kata Achyani.

“Kami sengaja memilih di UIN Walisongo sekaligus untuk mencoba tempat baru,” tambahnya.

Wakil Rektor I Dr Mukhsin Jamil, M.Ag mengatakan bahwa gedung planetarium merupakan salah satu gedung bantuan Islamic Development Bank (IsDB) yang selesai pengerjaannya pada akhir 2020.

Berfungsinya gedung ini terutama untuk melihat hilal, sambung mantan Dekan FUHUM ini, merupakan bagian yang penting.

“Ini launching sekaligus dibuat kegiatan bersama. Ini cara kita bersama mengenalkan potensi yang kita miliki,” ujarnya.

Dijelaskan Mukhsin, berdasarkan hitungan memang hilal tak akan tampak karena masih dibawah minus 3,5 derajat. Oleh karena itu, dilihat dengan rukyah, hilal pasti tidak akan terlihat.

“Namun demikian, ini tetap perlu dilakukan. Karena ini bagian dari pelayanan umat Islam, yangbdilakukan dengan kaidah-kaidah ilmiah,” tambahnya.

Hasil rukyatul hilal di Planetarium UIN Walisongo sendiri diputuskan bahwa hilal tidak terlihat. Hilal masih minus 3,59 derajat. Umumnya, batas hilal terlihat plus 2 derajat.

Pakar Falak UIN Walisongo KH. Slamet Hambali, M.S.I mengatakan bahwa waktu istima’ akan kelihatan pada malam 30 Ramadhan pada pukul 02.00 WIB. Artinyaz waktu terjadinya istima’ masih harus nunggu sekitar 8 jam lagi.

“Ini belum kriteria wujud hilal. Dan ini belum masuk kriteria imkan al-rukyah,” tandasnya.

Hadir dalam kesempatan ini, Kepala Kanwil Agama Jateng H. Mustain, Kabiro Kesra Setda Pemrpov Jateng H. Imam Masykur, Dekan FSH Dr. H. M Arja Imroni, M.Ag dan Wakil Dekan III Dr. H. Ahmad Izzudin, M.Ag, para dosen ilmu falak, para pimpinan di lingkungan Kanwil Agama Jateng, Pengadilan Tinggi Agama, dan tamu undangan yang lain. (Tim Humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X