BAI Jawa Tengah Gandeng UIN Walisongo Gelar Tarawih Keliling

UIN Walisongo Online, Semarang – Badan Amalan Islam (BAI) Jawa Tengah bersama UIN Walisongo menggelar Tarawih Keliling (Tarling) putaran kedua di Gedung Prof. Tgk Ismail Ya’kub Kampus III UIN Walisongo pada Senin (23/02/2026).

Kegiatan Tarling yang bertepatan dengan hari kelima Ramadan ini merupakan hasil kerja sama antara BAI dengan BAZNAS Jawa Tengah. Acara tersebut dihadiri oleh segenap jajaran Forkopimda Jawa Tengah, pimpinan dan civitas akademika UIN Walisongo, serta masyarakat sekitar.

Rangkaian acara Tarling diawali dengan sholat Isya berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan sholat Tarawih 8 rakaat dan Witir 3 rakaat. Bertindak sebagai imam sholat tarawih adalah H. Abdul Rozaq, M.Si, AH., sementara lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh qori Muhammad Yusuf, S.H.I.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Nizar, M.Ag., menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada universitas untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Tarling putaran kedua ini.

“Kami merasa sangat terhormat dan bangga UIN Walisongo dipercaya menjadi sohibul bait dalam agenda tarling ini, yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat di rumah kami,” ujar Nizar.

Usai sambutan, acara kemudian dilanjutkan dengan mauidzoh hasanah yang disampaikan oleh Dr. (HC). KH. Shodiq Hamzah. Dalam tausiyahnya, pengasuh Ponpes Assodiqiyyah tersebut mengingatkan jamaah agar tidak hanya mengejar kuantitas ibadah, tetapi juga kualitas transformasi diri selama bulan suci.

“Ramadan adalah waktu untuk membersihkan hati dan pikiran. Jangan sampai kita hanya mendapatkan lapar dan dahaga, namun luput dari esensi perubahan akhlak yang lebih baik di hadapan Allah dan manusia,”.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH. Shodiq Hamzah. Sebelum mengakhiri sesi, ia kembali menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam beribadah.

“Mari kita jaga semangat ibadah ini agar tidak hanya semarak di awal, karena sesungguhnya kemuliaan Ramadan akan tampak pada perubahan perilaku kita yang menjadi lebih peduli terhadap nasib umat di sekitar kita,” tukasnya.