UIN Walisongo Online, Semarang – International Office Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang gelar Academic Writing for International Students yang bertempat di Hotel Horison Kota Lama Semarang pada Rabu, (28/11/26). Kepala International office UIN Walisongo, Agus Mutohar menuturkan adanya kegiatan academic writing adalah menyiapkan masa depan mahasiswa internasional melalui peningkatan kemampuan penulisan akademis, juga memberikan pemahaman terkait keimigrasian agar tidak terjadi permasalahan di masa depan. “Academic writing di pagi hari ini untuk membekali teman-teman mahasiswa internasional untuk siap bersinar menjadi yang terbaik di masa depan,” tutur Agus.
“Kita dari international ofdice tidak ingin teman-teman mahasiswa international mendapat masalah sedikitpun selama studi di UIN Walisongo. Semisal mau stay dan bekerja di sini juga, pembekalan terkait keimigrasian ini nantinya akan menjelaskan bagaimana proses perpindahaan dari visa student ke visa pekerja. Jangan sampai ada masalah,” tutur Agus.
Academic Writing ini berisi dua agenda utama yaitu pelatihan penulisan akademik, serta pembekalan terkait keimigrasian yang turut menggandeng Imigrasi Kelas I khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa internasional yang menempuh studi di UIN Walisongo, baik dari semester satu hingga semester tujuh. Sesi pagi diisi materi terkait academic writing dan pembekalan oleh Dosen Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Heny Solekhah. Ia memaparkan tips tahap penyusunan tulisan akademik mulai dari menemukan masalah, hingga untuk penggunaan tugas akhir baik skripsi maupun jurnal. Tak hanya memaparkan materi, Heny juga mengajak peserta akademic writing diajak berdiskusi interaktif dengan sesama peserta, maupun pemateri.
“Supaya kita bisa sharing terkait kepenulisan, teman-teman bisa berkumpul dengan kawan satu semesternya. Bagikan pengalaman dan pengetahuan kepenulisan, kepada teman-teman satu semester di samping kalian,” tutur Heny di tengah penyampaian materi.
Pada penghujung sesi pertama, peserta diajak untuk menyelesaikan tugas bahasa inggris dengan melengkapi struktur kalimat sederhana, untuk mengukur pemahaman peserta selama materi berlangsung. Sesi kedua diisi materi terkait keimigrasian, oleh perwakilan kantor imigrasi Kota Semarang, Johan Direkta Primordial dan Priska. Materi keimigrasian tersebut meliputi pemahaman hukum dan teknis keimigrasian, visa untuk izin tinggal, dan aturan yang perlu diikuti warga negara asing dengan adanya izin tinggal visa studi.
“Jadi visa studi tidak diperuntukkan untuk hal-hal lain seperti bekerja dan membuat usaha misalnya. Mahasiswa asing dengan visa studi, hingga masa studi berakhir yaitu saat diwisuda, maka visa studi itu juga sudah tidak berlaku,” tutur Johan. Johan juga menjelaskan persyaratan, jenis dan izin visa tinggal, cara mengurus visa studi, dan pemberian izin tinggal dalam rangka studi. Peserta juga diberikan pemahaman hak, kewajiban dan larangan bagi Warga Negara Asing (WNA) dengan visa studi, serta kewajiban yang harus dilakukan penjamin.
Academic writing ini menjadi salah satu agenda menunjang dan membantu meningkatkan kemampuan mahasiswa internasional, agar mampu menyelesaikan masa studi tepat waktu, juga menghindari kemungkinan permasalahan terkait keimigrasian yang belum sepenuhnya dipahami mahasiswa asing.


