Biodeversity and Nature Conservation: Mahasiswa Teknik Lingkungan UIN Walisongo Ikuti Internasional Short Courses

UIN Walisongo Online, Yogyakarta — Muhammad Romizan Khoir, mahasiswa Teknik Lingkungan angkatan 2022 UIN Walisongo Semarang, mengikuti kegiatan International Short Courses bertajuk “Biodiversity Calls Us for Partnership to Conserve Nature: The Lens of Nature’s Beauty” yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret bekerja sama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia dan komunitas Lestari Purwosari. Kegiatan berlangsung selama tiga hari pada 15–17 Mei 2026 di wilayah Purwosari, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program internasional ini menjadi wadah pembelajaran lintas disiplin dan lintas negara dalam memahami pentingnya konservasi keanekaragaman hayati melalui pendekatan edukasi lingkungan, eksplorasi alam, hingga fotografi biodiversitas. Peserta diajak untuk terlibat langsung dalam berbagai aktivitas lapangan yang bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan dan ekosistem lokal.

Pada hari pertama, peserta mengikuti pembukaan kegiatan di kampus UNS sebelum melanjutkan perjalanan menuju Purwosari, Kulon Progo. Sesampainya di lokasi, peserta mengikuti pengenalan kawasan, pertunjukan budaya tradisional, serta kegiatan Craft Your Cup: Barista in an Hour yang memperkenalkan potensi lokal masyarakat setempat.

Hari kedua diisi dengan kegiatan utama berupa Field Tracking: Observing Birds Diversity yang dilakukan di kawasan alam Purwosari. Dalam kegiatan ini, peserta melakukan pengamatan keanekaragaman burung secara langsung sebagai bentuk pembelajaran biodiversitas berbasis lapangan. Selain itu, peserta juga mengikuti sesi fotografi satwa liar dan diskusi mengenai pentingnya dokumentasi visual dalam upaya konservasi alam.

Sementara itu, pada hari ketiga peserta memperoleh pengalaman budaya dan lingkungan melalui kegiatan produksi gula aren serta kelas pengolahan teh putih bertajuk Whispers of the Bud: White Tea Processing Class. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan penutupan sebelum peserta kembali ke Surakarta.

Muhammad Romizan Khoir menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami hubungan antara konservasi lingkungan, masyarakat lokal, dan potensi biodiversitas Indonesia. Menurutnya, pendekatan pembelajaran langsung di alam menjadi pengalaman yang sangat relevan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan dalam meningkatkan wawasan mengenai pelestarian ekosistem dan keberlanjutan lingkungan.

“Kegiatan ini membuka wawasan saya mengenai pentingnya kolaborasi internasional dalam menjaga biodiversitas. Selain memperoleh ilmu tentang konservasi alam, saya juga mendapatkan pengalaman budaya dan praktik lapangan yang sangat bermanfaat bagi pengembangan keilmuan Teknik Lingkungan,” ujar Romi.

Melalui partisipasi dalam kegiatan internasional ini, diharapkan mahasiswa mampu meningkatkan kompetensi global, memperluas jejaring akademik, serta menumbuhkan kepedulian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan di tingkat lokal maupun internasional.