UIN Walisongo Online, Wonosobo — Tim Kuliah Kerja Nyata Mandiri Misi Khusus (KKN MMK) Posko 4 UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Ecoprint bersama PKK Desa Serang. Bertempat di Aula PKK Desa Serang, Kejajar (31/01/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan keterampilan ekonomi kreatif berbasis lingkungan dengan memanfaatkan potensi alam sekitar.
Pelatihan tersebut dihadiri oleh perwakilan PKK dari tiga dusun, yaitu Dusun Gataksari, Dusun Seranggede, dan Dusun Serangsari. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, mengingat ecoprint merupakan teknik ramah lingkungan yang memiliki nilai estetika sekaligus peluang ekonomi.
Acara secara resmi dibuka oleh Muhammad Romizan Khoir, selaku perwakilan Tim KKN MMK Posko 4. Dalam pembukaannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah pemberdayaan ibu-ibu PKK melalui kreativitas yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Materi pelatihan disampaikan oleh Bima Candra Zulkarnain, anggota Tim KKN MMK Posko 4 dari Divisi Ekonomi Kreatif. Ia menjelaskan konsep dasar ecoprint, mulai dari pengenalan bahan alami, teknik pencetakan motif daun, hingga potensi pengembangan produk ecoprint sebagai usaha kreatif.
“Ecoprint tidak hanya tentang seni, tetapi juga tentang kepedulian terhadap lingkungan. Dengan bahan sederhana dari alam sekitar, ibu-ibu PKK bisa menghasilkan produk bernilai jual dan berkelanjutan,” ujar Candra.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik pembuatan ecoprint yang didampingi langsung oleh seluruh anggota Tim KKN MMK Posko 4. Para peserta tampak aktif mencoba teknik ecoprint dengan berbagai jenis daun dan kain yang telah disiapkan.
Salah satu peserta, Ibu Supriyatun dari Dusun Gataksari, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan kami. Selain ramah lingkungan, ecoprint juga bisa menjadi peluang usaha rumahan bagi ibu-ibu PKK,” tuturnya.
Melalui kegiatan Pelatihan Ecoprint ini, Tim KKN MMK Posko 4 UIN Walisongo Semarang berharap dapat mendorong kreativitas masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan


