UIN Walisongo Online, Semarang – Langkah monumental UIN Walisongo Semarang dalam meneguhkan posisinya di panggung pendidikan tinggi internasional resmi dimulai. Bertempat di Gedung Auditorium Kampus 3 pada Ahad (12/7/2026), universitas secara resmi membuka rangkaian visitasi lapangan (site visit) dalam rangka akreditasi internasional oleh lembaga prestisius asal Jerman, ACQUIN (The Institute for Accreditation, Certification and Quality Assurance).
Proses rekognisi berskala masif ini tidak main-main, karena langsung melibatkan 38 Program Studi yang tersebar di 8 Fakultas serta Pascasarjana UIN Walisongo Semarang. Untuk memastikan penilaian berjalan komprehensif, seluruh program studi tersebut dikelompokkan ke dalam tiga klaster penilaian yang akan berlangsung sepanjang bulan Juli 2026:
- Klaster 3: Berlangsung pada 12 – 14 Juli 2026 (Fokus pembukaan dan evaluasi tahap awal).
- Klaster 1: Berlangsung pada 16 – 17 Juli 2026.
- Klaster 2: Berlangsung pada 21 – 22 Juli 2026.
Pembukaan Pra-Visitasi Klaster 3 ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi universitas, di antaranya Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., jajaran wakil rektor, kepala lembaga, dekan, Kaprodi, serta Sekprodi.

Sambutan Humoris Rektor: Biarkan Video yang Berbicara
Acara pembukaan berlangsung hangat, dinamis, dan penuh keakraban. Saat memberikan sambutan selamat datang (welcome speech), Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., mencairkan suasana tegang forum internasional dengan sebuah kelakar rendah hati yang disambut tawa hangat dan tepuk tangan meriah dari seluruh delegasi ACQUIN serta tamu undangan yang hadir.
Dengan gaya komunikasinya yang adaptif dan fasih, Prof. Musahadi menyatakan bahwa alih-alih menjabarkan profil universitas yang begitu panjang dalam bahasa Inggris, ia memilih untuk menyajikannya lewat visual yang jauh lebih komprehensif.
“I’d like to introduce our university because it is difficult for saying the profile of our university with in English. So it is better if I just ask all of us to enjoy the video. Thank you very much. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” seloroh Prof. Musahadi yang langsung disambut senyum lebar para asesor Jerman.
Melalui pendekatan interaktif tersebut, UIN Walisongo Semarang menayangkan video profil institusi, memaparkan keunggulan sarana prasarana, capaian riset, hingga implementasi mutakhir dari paradigma Unity of Sciences (Kesatuan Ilmu) yang mengintegrasikan nilai-islam dengan sains modern di hadapan para panel ahli Eropa.

Robert Råback Apresiasi Sinergi dan Komitmen Mutu Kampus
Merespons sambutan hangat dan tayangan profil tersebut, Mr. Robert Råback selaku Project Manager sekaligus perwakilan delegasi ACQUIN memberikan sambutan kehormatan. Dalam pidatonya, Robert Råback mengapresiasi tinggi kesiapan kerja keras, keterbukaan, serta komitmen luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh civitas akademika UIN Walisongo Semarang dalam mempersiapkan akreditasi internasional ini.
Robert menyatakan bahwa kehadiran tim ACQUIN ke Semarang bukan semata-mata untuk menguji, melainkan untuk menjadi mitra diskusi strategis (peer-review) dalam menyelaraskan mutu kurikulum dan tata kelola di UIN Walisongo Semarang agar setara dengan European Standards and Guidelines (ESG).
Ia juga sangat terkesan dengan penyambutan budaya yang disiapkan kampus, mulai dari penampilan Tarian Penyambutan oleh mahasiswa Prodi PIAUD hingga pengawalan representatif dari Walisongo Campus Ambassadors.
Selain Mr. Robert Råback, jajaran delegasi terhormat ACQUIN yang turut hadir langsung di antaranya adalah Ms. Kristina Beckermann (Project Manager), Hendy Santosa, PhD (Perwakilan ACQUIN di Indonesia), Ms. Sabine Gothe (Perwakilan Praktisi Profesional), serta Ms. Elisa García Knief yang bertindak sebagai perwakilan mahasiswa internasional.

Dari Eksplorasi Budaya hingga Uji Kelayakan Ketat
Sesuai dengan cetak biru kegiatan yang dirancang, setelah sesi pembukaan selesai, para delegasi ACQUIN diajak untuk menyelami fasilitas unggulan kampus dan kekayaan budaya lokal. Rangkaian kegiatan hari pertama meliputi:
- Tour Planetarium Walisongo: Para delegasi diajak mengeksplorasi fasilitas Planetarium UIN Walisongo—salah satu planetarium universitas terbesar dan tercanggih di Indonesia—didampingi oleh pakar astronomi kampus, Muh. Arif Royyani.
- Semarang City Tour: Guna memberikan impresi sosiokultural yang mendalam, para delegasi diajak mengunjungi destinasi bersejarah Kota Semarang, seperti Lawang Sewu, Klenteng Sam Poo Kong, dan kawasan Kota Lama, dengan didampingi langsung oleh Wakil Rektor II, Direktur Pascasarjana, Dekan FSH, dan tim International Office (IO).
- Gala Dinner Resmi: Rangkaian hari pertama ditutup secara elegan melalui perjamuan makan malam resmi di Gedung Gradhika Bhakti Praja, yang dikoordinasikan langsung bersama tim protokoler pemerintahan provinsi.
Memasuki hari kedua dan ketiga (13-14 Juli 2026), fokus kegiatan akan bergeser sepenuhnya pada uji kelayakan akademik yang bertempat di Laboratorium Komputer PTIPD. Tim asesor ACQUIN akan melakukan serangkaian Discussion Rounds secara maraton dan ketat.
Evaluasi mendalam ini mencakup wawancara terpisah dengan University Management (Manajemen Universitas), Faculty and Programme Managers (Dekan dan Kaprodi), Administration Staff (Staf Administrasi), hingga sesi khusus tatap muka bersama puluhan perwakilan dosen, alumni, dan mahasiswa aktif UIN Walisongo Semarang.
Melalui persiapan yang matang, komitmen integrasi ilmu yang kokoh, serta keterbukaan terhadap standar internasional, UIN Walisongo Semarang optimis visitasi ACQUIN ini akan membuahkan hasil terbaik, sekaligus mempercepat langkah kampus hijau ini menuju jajaran World Class University.


