Dua Bulan Mengabdi dan Belajar, KKN Nusantara VI UHN IGB Sugriwa Resmi Ditutup

UIN Walisongo Online, Bangli – Rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara VI Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa (UHN IGBS) Denpasar resmi berakhir melalui kegiatan penutupan yang dilaksanakan pada hari Jumat (28/08/2026), bertempat di Aula Giri Prasta, Kampus Bangli UHN IGBS Denpasar. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa sekaligus momentum untuk merefleksikan berbagai pengalaman dan kontribusi yang telah dilakukan selama pelaksanaan KKN.

Kegiatan penutupan KKN dihadiri oleh seluruh mahasiswa KKN UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar serta mahasiswa KKN dari luar Bali yang berasal dari UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan IAKN Toraja. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Rektor UHN IGBS Denpasar, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., Ketua LPPM UHN IGBS Denpasar, Prof. Dr. Drs. I Made Sugata, M.Ag., beserta bapak dan ibu dosen pendamping yang telah mendampingi pelaksanaan kegiatan KKN. Kehadiran seluruh peserta dan pendamping memberikan suasana hangat dan penuh kebersamaan dalam menandai berakhirnya rangkaian kegiatan KKN.

Pelaksanaan KKN menjadi salah satu bentuk pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memperoleh pengalaman melalui interaksi langsung dengan lingkungan dan masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa menghadapi berbagai kondisi dan tantangan yang memberikan pembelajaran mengenai kerja sama, komunikasi, adaptasi, serta tanggung jawab dalam menjalankan program pengabdian.

Kegiatan penutupan berlangsung sebagai bentuk apresiasi terhadap seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan rangkaian KKN. Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai kelompok dan perguruan tinggi untuk kembali berkumpul setelah menjalankan kegiatan di lokasi masing-masing.

Kehadiran mahasiswa KKN Nusantara dari berbagai daerah turut memberikan warna dalam pelaksanaan KKN. Pertemuan antara mahasiswa dari latar belakang perguruan tinggi dan daerah yang berbeda menjadi pengalaman tersendiri dalam membangun kerja sama serta memperluas relasi antar-mahasiswa.

Mengusung tema “Dedikasi Harmoni untuk Masyarakat Mandiri dan Berdaya”, pelaksanaan KKN diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama mahasiswa berada di lokasi pengabdian, tetapi juga menjadi pengalaman yang membentuk mahasiswa agar lebih peka terhadap lingkungan sosial dan mampu berkontribusi di tengah masyarakat.

Acara diawali dengan pembukaan, kemudian laporan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Dr. Drs. I Made Sugata, M.Ag., penyampaian pesan dan kesan oleh perwakilan mahasiswa, serta sambutan Rektor UHN IGBS Denpasar, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., sekaligus secara resmi menutup kegiatan KKN Nusantara VI. Penutupan ditandai dengan penanggalan tanda peserta KKN dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang, Shofwatul Ashfiya, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menerima, mendampingi, dan membantu mahasiswa selama pelaksanaan KKN di Bali. Ia menyampaikan bahwa KKN tidak hanya menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi ruang untuk mendapatkan pengalaman dan pembelajaran berharga di luar lingkungan akademik.

“Selama KKN di Bali, kami mendapatkan banyak pengalaman berharga tentang keberagaman, toleransi, kebersamaan, budaya, dan arti sebuah pengabdian. Kami tidak hanya datang untuk menjalankan program kerja, tetapi juga belajar bagaimana berinteraksi dengan lingkungan dan masyarakat yang baru, serta bekerja sama dengan teman-teman dari berbagai latar belakang. Kami bersyukur dapat diterima dengan hangat oleh teman-teman dan masyarakat, hingga yang awalnya tidak saling mengenal akhirnya tumbuh menjadi keluarga,” ujarnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi atas berbagai cerita, pengalaman, dan kebersamaan yang telah terjalin selama dua bulan pelaksanaan KKN. “Terima kasih atas segala cerita, pengalaman, dan kebersamaan selama dua bulan ini. Kami juga memohon maaf atas segala kekurangan selama menjalankan KKN. Semoga setelah KKN selesai, komunikasi dan silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga,” ungkapnya.

Acara kemudian ditutup dengan penayangan video hasil kegiatan KKN yang menjadi rangkuman perjalanan mahasiswa selama melaksanakan pengabdian. Suasana penutupan dilanjutkan dengan ramah tamah sebagai kesempatan terakhir bagi mahasiswa, dosen, dan seluruh pihak yang terlibat untuk berkumpul sebelum kembali ke aktivitas masing-masing.

Penutupan KKN menjadi momen haru bagi mahasiswa setelah menjalani berbagai kegiatan dan pengalaman selama berada di lokasi KKN masing-masing. Berakhirnya kegiatan KKN bukan hanya menjadi tanda selesainya rangkaian program pengabdian, tetapi juga menjadi awal bagi mahasiswa untuk membawa berbagai pengalaman, pembelajaran, dan nilai yang diperoleh selama KKN ke dalam kehidupan akademik maupun kehidupan bermasyarakat.