UIN Walisongo Online, Semarang – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Biro UIN Walisongo Semarang menggelar pertemuan dua bulanan di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Rektorat, Jumat (18/9/2026). Kegiatan dihadiri Ketua DWP Biro Juwarmi Fatah, jajaran pengurus, serta seluruh anggota DWP Biro.
Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan kali ini mengangkat tema “Manajemen Keuangan Rumah Tangga ala Islam” dengan narasumber Nur Hidayah Sahidin.
Juwarmi juga memperkenalkan konsep “3S”, yaitu Syukur, Sedekah, dan Sabar, sebagai nilai yang dapat menjadi pegangan dalam mengelola kehidupan dan keuangan keluarga.

Pertama, syukur. Segala sesuatu yang dimiliki perlu dikelola dan disyukuri dengan baik. Rasa syukur menjadi bagian dari keyakinan bahwa Allah akan menepati janji-Nya untuk memberikan tambahan nikmat kepada hamba-Nya yang bersyukur.
“Matematika Allah berbeda dengan matematika manusia. Apa yang menurut hitungan manusia berkurang, dalam perspektif Allah bisa menjadi bertambah ketika kita mengelolanya dengan penuh syukur,” ujarnya.
Kedua, sedekah. Berbagi dengan sesama tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari ajaran Islam yang diyakini membawa keberkahan dan balasan berlipat ganda.
Ketiga, sabar. Juwarmi mengajak anggota DWP untuk memahami bahwa pemenuhan kebutuhan tidak selalu identik dengan pemenuhan keinginan. Sikap sabar membantu keluarga membedakan antara sesuatu yang benar-benar dibutuhkan dan sekadar diinginkan.
“Allah memberikan kepada kita sesuai dengan kebutuhan, bukan semata-mata sesuai dengan keinginan. Karena itu, kita perlu belajar merasa cukup dengan apa yang memang kita butuhkan,” tambahnya.

Sementara itu, Nur Hidayah Sahidin menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan Islami dibangun di atas prinsip istikhlaf (titipan dan amanah), rezeki yang terukur, serta akuntabilitas atau pertanggungjawaban ganda kepada manusia dan Allah SWT.
Ia juga memaparkan tiga pilar keuangan Islami, yakni Berkah (Al-Barakah), dengan memastikan sumber harta yang halal dan baik; Cukup (Al-Qana’ah), melalui kemampuan mengklasifikasikan kebutuhan dan keinginan; serta Tenang (As-Sakinah), melalui pengelolaan utang dan risiko secara bijak.
“Pengelolaan keuangan keluarga bukan hanya tentang jumlah harta, tetapi bagaimana harta tersebut dikelola agar menghadirkan keberkahan, rasa cukup, dan ketenangan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, DWP Biro UIN Walisongo Semarang berharap anggota semakin memiliki pemahaman dan keterampilan dalam mengelola keuangan rumah tangga secara bijak, seimbang, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.



