UIN Walisongo Online, Semarang – Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang memperkuat kapasitas akademik dosen melalui kegiatan Pelatihan Menulis Scopus di IA Scholar Foundation Yogyakarta untuk Penguatan Dosen FISIP UIN Walisongo Semarang yang berlangsung pada Selasa – Jumat (20–23/10/2026).
Kegiatan ini diikuti dosen senior dan dosen muda FISIP UIN Walisongo Semarang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan penulisan artikel ilmiah dan memperluas peluang publikasi pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus.
Peserta dari FISIP UIN Walisongo Semarang terdiri atas Prof. Dr. Moh. Fauzi, M.Ag.; Prof. Dr. Tholkhatul Khoir, M.Ag.; Prof. Dr. Muslih, M.A.; dan Dr. Agus Nurhadi, M.A. Sementara itu, dosen muda yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Naili Ni’matul Illiyyun, M.A.; Endang Supriadi, M.A.; Ririh Megah Safitri, M.A.; Binti Masruroh, M.Sos.; Azinuddin Ikram Hakim, S.Sos., M.Phil.; serta Mukhammad Akhmad Njich Alfayn, M.Sos.
Pelatihan tersebut masuk dalam kelompok 162 dan turut diikuti peserta dari perguruan tinggi lain, yakni UIN Kudus dan UIN Madura. Keterlibatan lintas perguruan tinggi ini membuka ruang pertukaran pengalaman, penguatan jejaring akademik, dan pengembangan kolaborasi dalam penulisan karya ilmiah.
Dekan FISIP UIN Walisongo Semarang yakni Prof. Dr. Moh. Fauzi, M.Ag. menegaskan bahwa penguatan kompetensi publikasi ilmiah merupakan bagian penting dari pengembangan kualitas sumber daya akademik fakultas.
“Pelatihan penulisan artikel untuk jurnal internasional bereputasi merupakan investasi akademik bagi dosen. Kami ingin mendorong dosen senior dan dosen muda untuk terus mengembangkan kapasitas menulis, memperkuat kualitas penelitian, serta menghasilkan publikasi yang memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Penguatan ini juga menjadi bagian dari upaya FISIP membangun budaya akademik yang produktif, kolaboratif, dan berorientasi internasional,” ujar Fauzi.
Menurut dia, peningkatan kemampuan menulis artikel ilmiah perlu berjalan beriringan dengan penguatan metodologi penelitian, ketajaman analisis, dan kontribusi teoretis maupun empiris. Dengan demikian, publikasi internasional tidak semata-mata menjadi target administratif, tetapi juga sarana menyebarluaskan temuan penelitian yang relevan bagi masyarakat dan perkembangan ilmu sosial.

Direktur IA Scholar Foundation Yogyakarta, Dr. Hasse Jubba, M.A., menyampaikan bahwa pelatihan penulisan artikel ilmiah membutuhkan proses pendampingan yang terarah, mulai dari pematangan gagasan penelitian hingga penyusunan naskah yang memenuhi standar jurnal internasional.
“Penulisan artikel untuk jurnal internasional bereputasi membutuhkan ketelitian dalam membangun argumentasi, kejelasan metodologi, kekuatan analisis, serta pemahaman terhadap karakter jurnal yang dituju. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat mengembangkan naskah penelitian secara lebih terstruktur dan meningkatkan kesiapan untuk mengirimkannya ke jurnal yang sesuai,” kata Hasse Jubba.
Ia juga menekankan pentingnya kesungguhan peserta dalam memanfaatkan proses pelatihan dan pendampingan. Pengembangan kapasitas publikasi, menurutnya, tidak berhenti pada penyusunan naskah, tetapi memerlukan proses penyempurnaan berkelanjutan berdasarkan kualitas substansi dan standar ilmiah yang berlaku.
Sementara itu, Founder IA, Prof. Dr. Irwan Abdullah, menekankan pentingnya membangun tradisi akademik yang menempatkan penelitian dan publikasi sebagai bagian dari pengembangan pengetahuan.
“Publikasi ilmiah internasional seharusnya berangkat dari penelitian yang kuat dan memiliki kontribusi yang jelas. Dosen perlu membangun kemampuan untuk mengolah temuan penelitian menjadi argumentasi ilmiah yang dapat dibaca, diuji, dan didiskusikan oleh komunitas akademik yang lebih luas. Karena itu, penguatan kemampuan menulis harus berjalan bersama dengan pengembangan tradisi riset yang kritis, konsisten, dan kolaboratif,” ujar Irwan Abdullah.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat mendorong dosen untuk tidak hanya berorientasi pada jumlah publikasi, tetapi juga memperhatikan kualitas, kebaruan, relevansi, dan kontribusi ilmiah dari artikel yang dihasilkan, serta pentingnya kolaboratif lintas perguruan tinggi.
Keikutsertaan dosen senior dan dosen muda dalam satu program pelatihan menjadi kesempatan untuk memperkuat budaya akademik lintas generasi. Pengalaman dosen senior dalam penelitian dan pengembangan keilmuan dapat berjalan berdampingan dengan penguatan keterampilan teknis dan produktivitas riset dosen muda.
Selain itu, partisipasi peserta dari UIN Kudus dan UIN Madura memperluas dimensi kolaboratif kegiatan. Jejaring antarkampus berpotensi menjadi fondasi bagi pengembangan penelitian bersama, pertukaran gagasan, dan penyusunan publikasi ilmiah lintas institusi.
Melalui pelatihan di IA Scholar Foundation Yogyakarta, FISIP UIN Walisongo Semarang diharapkan semakin memperkuat kapasitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, memperluas jangkauan diseminasi hasil penelitian, dan meningkatkan kontribusi akademik di tingkat internasional.
Upaya tersebut sekaligus menegaskan bahwa penguatan publikasi ilmiah perlu ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan ekosistem penelitian perguruan tinggi yang berkelanjutan, dengan menekankan integritas akademik, kualitas riset, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan.


