UIN Walisongo Online, Semarang – Forum Mahasiswa KIP-K (Formakip) Walisongo sukses menggelar talkshow interaktif dalam rangka hari lahir (harlah) ke-12 dengan tema “Krisis Arah Hidup Anak Muda di Era Pilihan Tanpa Batas: Saat Semua Terlihat Mungkin, tapi Arah Justru Menghilang” di Auditorium I Kampus 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Rabu (3/6/2026).
Acara tersebut dihadiri lebih dari 130 peserta yang turut mengundang content creator, aktivis, dan motivator asal Aceh Sherly Annavita Rahmi.
Sherly mengajak untuk keluar dari zona nyaman yang selama ini sering kali menghambat proses.
”Untuk keluar dari ‘akuarium’ dan berani menjadi ‘ikan besar’ yang menyelami lautan, artinya kita tidak boleh membatasi diri pada zona nyaman, tetapi harus berani mencoba hal-hal baru dan memperluas pengalaman,”ucapnya
Selain itu, ia juga mengingatkan kita bahwa menjadi anak muda adalah sebuah privilege karena kita masih memiliki banyak kesempatan untuk belajar, gagal, bangkit, dan menemukan arah hidup. Pesan ini sangat relevan bagi generasi muda yang sering merasa bingung menentukan tujuan hidup di tengah begitu banyak pilihan yang tersedia.
Terdapat beberapa rangkaian acara yang diadakan untuk memeriahkan harlah Formakip Walisongo seperti lomba badminton, futsal, KIP-K award, talkshow interaktif dan malam puncaknya diisi gema sholawat yang dihadiri oleh Gus Ambyar dan Gus Harir.
Ketua panitia harlah, Muhammad berharap agar Formakip Walisongo bisa terus maju dan berkembang sehingga bisa terus menjadi wadah bagi penerima beasiswa KIP-K.
”Semoga jangkauan kuantiti Formakip Walisongo bisa lebih luas dan kesadaran para anggota bisa lebih tinggi, mengingat kita adalah orang terpilih yang hendaknya bisa memberikan feedback yang kontributif bagi kampus”katanya.


