FPK UIN Walisongo Siapkan SDM Unggul melalui Pelatihan Optimalisasi SISTER dan Manajemen Kinerja ASN

UIN Walisongo Online, Semarang – Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Karier Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Optimalisasi SISTER dan Manajemen Kinerja ASN pada Senin – Selasa (27–28/07/2026) bertempat di Hotel Wahid Bandungan. Kegiatan yang diikuti oleh 27 peserta yang terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan (tendik) ini merupakan bagian dari komitmen FPK UIN Walisongo dalam memperkuat tata kelola ASN, transformasi digital, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi keagamaan di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas dosen dan tenaga kependidikan dalam memahami manajemen kinerja ASN serta mengoptimalkan pemanfaatan Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER) sebagai sistem pengelolaan data dosen. SISTER memiliki peran strategis dalam mendukung pengelolaan Beban Kerja Dosen (BKD), rekam jejak akademik, pengusulan angka kredit, hingga proses pengembangan jabatan fungsional. Oleh karena itu, pemahaman terhadap sistem tersebut menjadi kebutuhan penting dalam mendukung pengembangan karier dosen serta peningkatan profesionalisme aparatur di lingkungan FPK UIN Walisongo Semarang.

Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Baidi Bukhori, S.Ag., M.Si. Dalam sambutannya, Dekan menegaskan bahwa penguatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan merupakan langkah strategis dalam menghadapi perkembangan tata kelola perguruan tinggi berbasis digital.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan sangat baik. Agenda ini sangat penting bagi pengembangan karier dan kenaikan jabatan akademik dosen. Kami juga menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman sehingga diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif kepada seluruh peserta,” ujar Prof. Baidi.

Lebih lanjut, Prof. Baidi menyampaikan bahwa pemanfaatan SISTER akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan data ASN di masa mendatang.

“Ke depan, SISTER akan menjadi basis utama pengelolaan data ASN. Karena itu, seluruh dosen dan tenaga kependidikan harus mampu memahami serta mengoptimalkan pemanfaatannya sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas institusi,” tambahnya.

Pada sesi pertama, peserta memperoleh materi Pengembangan Manajemen Kinerja ASN yang disampaikan oleh Prof. Dr. Nurussakinah, M.Psi., Psikolog secara daring melalui Zoom Meeting. Meskipun narasumber menyampaikan materi secara virtual, seluruh peserta tetap mengikuti kegiatan secara langsung di Hotel Wahid Bandungan.

Dalam paparannya, Prof. Dr. Nurussakinah menekankan bahwa pengembangan karier dosen harus dibangun melalui budaya akademik yang produktif. Dosen didorong untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, memperkuat kolaborasi penelitian, serta membangun konsistensi dalam menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan bidang kepakaran masing-masing. Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai strategi pengembangan jabatan akademik mulai dari Asisten Ahli hingga Guru Besar, pentingnya kesinambungan penelitian dengan bidang disertasi, serta perlunya memperhatikan rumpun keilmuan dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

Pada sesi kedua, materi disampaikan oleh Diyah Rochati, S.E., M.H. dengan tema Pelatihan Pengembangan Karier ASN melalui Optimalisasi SISTER. Narasumber menjelaskan berbagai regulasi yang menjadi dasar pengelolaan manajemen kinerja ASN, mekanisme kenaikan jabatan akademik, pengelolaan angka kredit, pemutakhiran data kepegawaian, hingga sinkronisasi data SISTER dengan PDDIKTI dan SINTA.

Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya validitas dan kelengkapan data pada SISTER sebagai dasar penilaian kinerja, pengembangan karier, serta berbagai layanan administrasi kepegawaian yang terintegrasi. Selain itu, dibahas pula layanan karier pada SISTER, pengelolaan tugas belajar, pembaruan data pendidikan, serta pentingnya koordinasi dengan admin perguruan tinggi dalam proses pemutakhiran data.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan dan diskusi berkembang mengenai implementasi SISTER, pengelolaan angka kredit, strategi percepatan kenaikan jabatan akademik, serta tantangan dalam pemutakhiran data kepegawaian. Interaksi aktif antara narasumber dan peserta menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya tata kelola data yang akurat sebagai fondasi pengembangan karier ASN di lingkungan perguruan tinggi.

Melalui kegiatan ini, FPK UIN Walisongo Semarang berharap seluruh dosen dan tenaga kependidikan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Optimalisasi pemanfaatan SISTER diharapkan dapat memperkuat pengelolaan data ASN yang efektif dan terintegrasi, mendukung pengembangan karier dosen, meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia, serta memperkuat mutu pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

Dengan penguatan kompetensi dan tata kelola yang berkelanjutan, FPK UIN Walisongo Semarang optimistis mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap menjawab tantangan pendidikan tinggi di era transformasi digital.