UIN Walisongo Online, Semarang – Program WISDOM (Walisongo, Islam, Democracy, and Multiculturalism) 2026 memasuki hari kedua, Selasa (11/8/2026). Kegiatan diawali dengan sesi review terhadap materi yang telah diperoleh peserta pada hari sebelumnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan materi pengenalan angklung, alat musik tradisional asal Jawa Barat yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda dunia. Materi ini mencakup sejarah angklung serta macam-macam jenisnya, sebelum peserta diajak praktik langsung memainkan alat musik tersebut secara berkelompok. Sesi ini menjadi salah satu bentuk pengenalan warisan budaya Indonesia, sejalan dengan tema WISDOM 2026, “Unity in Diversity: Preserving Indonesia’s Language and Cultural Heritage”.
Setelah istirahat siang, agenda dilanjutkan dengan Indonesian Spice Challenge. Peserta diperkenalkan pada berbagai bumbu rempah serta makanan dan minuman khas Indonesia, kemudian diminta mengenali dan mengingat kembali materi yang telah disampaikan.

Agenda berikutnya adalah materi bela diri, yaitu pengenalan Pencak Silat yang disampaikan oleh pelatih dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Materi ini meliputi sejarah pencak silat, pengenalan gerakan dasar, dan praktik langsung. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami bahwa pencak silat bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofi dan budaya masyarakat Indonesia.
Pada malam hari, kegiatan hari kedua ditutup dengan Cultural Performance, yaitu penampilan budaya dari masing-masing peserta berupa tarian, nyanyian, bahasa, dan pakaian tradisional negara asal mereka. Sesi ini menjadi ajang bagi peserta dari 18 negara untuk saling memperkenalkan identitas budaya masing-masing, sekaligus mempererat kebersamaan di antara peserta WISDOM 2026.


