Haru! Driver Ojol Menangis di Jalan Saat Tahu Jadi Wisudawan Terbaik S2 UIN Walisongo Semarang

UIN Walisongo Online, Semarang – Sabtu (7/2/2026), Auditorium II Kampus III Gedung Tgk Ismail Yaqub dipenuhi suasana haru dan bangga. UIN Walisongo Semarang resmi melepas 1.277 wisudawan pada Wisuda Periode Februari 2026, yang terdiri dari Wisuda Doktor (S3) ke-41, Magister (S2) ke-66, dan Sarjana (S1) ke-99.

Di tengah ribuan lulusan tersebut, sosok Muhammad Kanzul Fikri, atau yang akrab disapa Kenzo, menjadi buah bibir. Lulusan Magister Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) ini tidak hanya berhasil lulus dengan waktu sangat singkat—yakni 3 semester—tetapi juga dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik.

Perjuangan Kenzo meraih gelar Magister bukanlah jalan yang bertabur bunga. Sejak menempuh pendidikan S1 hingga S2, Kenzo berjuang membiayai kuliahnya dengan bekerja sebagai driver ojek online (ojol).

Momen haru terjadi saat Kenzo menerima pesan WhatsApp dari Ketua Program Studi yang mengabarkan bahwa ia menjadi wisudawan terbaik. Saat itu, Kenzo sedang dalam perjalanan motor menuju rumah.

“Sepanjang perjalanan saya benar-benar menangis. Saya teringat liku-liku kuliah S2 yang penuh plot twist selama tiga semester ini. Awalnya target saya sederhana, hanya ingin segera lulus agar tidak membayar UKT lagi, tapi Allah justru memberi hadiah luar biasa ini,” kenang Kenzo dengan mata berkaca-kaca.

Kenzo berasal dari keluarga sederhana di pinggiran Rawa Pening, Banyubiru. Ayahnya adalah seorang driver ojol, dan almarhumah ibunya adalah seorang guru honorer RA yang wafat pada tahun 2022. “Bapak dan Ibu selalu berpesan bahwa mereka tidak bisa mewariskan harta, hanya ilmu yang bisa diwariskan. Gelar ini adalah kado untuk mereka,” tambahnya.

Prestasi akademik Kenzo juga dibuktikan melalui tesisnya yang mendalam berjudul “Tradisi Sedekah Rawa Pening di Era Digital”. Melalui riset ini, ia membedah bagaimana masyarakat Desa Rowoboni mempertahankan nilai religius dan ekologis di tengah arus digitalisasi.

“Temuan menariknya adalah tradisi lokal ini tidak mati, melainkan bertransformasi menjadi lebih religius dan rasional berkat peran generasi muda yang memanfaatkan media digital sebagai ruang pelestarian baru,” jelas Kenzo.

Sebagai driver ojol aktif, Kenzo mengaku tidak memiliki jam belajar khusus. Ia memanfaatkan waktu malam hari setelah menarik ojek untuk mengerjakan tugas. “Saya ini tipe deadliner tangguh. Ada sensasi berbeda yang membuat ide lancar saat mepet waktu,” selorohnya.

Namun di balik itu, Kenzo menekankan bahwa ibadah adalah prioritas utamanya. “Prinsip saya ibadah nomor satu. Kalau kita mengejar akhirat, insyaallah dunia mengikuti. Di sela menarik ojek atau nugas, shalat tepat waktu tetap saya usahakan.”

Setelah menyandang gelar Magister, Kenzo tidak ingin berhenti. Ia berambisi melanjutkan studi ke jenjang S3 jika ada kesempatan beasiswa dan rezeki. Ia juga mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia kerja profesional di bidang komunikasi.

Kisah sukses Kenzo membuktikan bahwa UIN Walisongo Semarang senantiasa mendukung mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk meraih prestasi tertinggi. Bagi Anda yang ingin mengikuti jejak sukses Kenzo, jalur pendaftaran SNBP dan SPAN-PTKIN 2026 telah dibuka. Mari bergabung dengan Kampus Kemanusiaan dan Peradaban. Informasi selengkapnya kunjungi pmb.walisongo.ac.id.