UIN Walisongo Online, Semarang – Sabtu (7/2/2026), Auditorium II Kampus III Gedung Tgk Ismail Yaqub dipenuhi suasana haru dan bangga. Sebanyak 1.277 wisudawan secara resmi dilepas oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dalam prosesi Wisuda Periode Februari 2026. Di tengah deretan lulusan berprestasi, terselip nama Dewi Nabela Sofya El-Fikri, wisudawan dari Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) yang berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik.
Bagi mahasiswi yang akrab disapa Bela atau Nabel ini, predikat tersebut bukanlah ambisi utama sejak awal. “Jujur, ini bukan target awal. Fokusku lebih ke berusaha maksimal di setiap semester. Yang penting prosesnya, hasilnya ya bonus,” ungkapnya dengan rendah hati.
Ketertarikan Bela pada dunia psikologi dan nilai-nilai keislaman ia tuangkan dalam skripsinya yang berjudul “Pengaruh Dukungan Sosial dan Kecerdasan Emosional terhadap Resiliensi Akademik Mahasiswa Penghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren”.
Melalui riset ini, Bela menemukan fakta menarik. Support System: Dukungan orang sekitar menjadi kunci utama bagi mahasiswa Hafiz untuk tetap tangguh menghadapi beban akademik. Kecerdasan Emosional: Semakin peka seseorang memahami emosi diri dan orang lain, semakin tinggi pula tingkat ketahanan mereka dalam belajar.
Hal ini sejalan dengan visi Unity of Sciences UIN Walisongo. Bagi Bela, kesatuan ilmu ia terapkan melalui sikap sabar, usaha maksimal, dan tawakal dalam menghadapi setiap tantangan akademik.
Bela membuktikan bahwa kesibukan di luar kelas bukan penghambat prestasi. Selama berkuliah, ia aktif sebagai Staff Kementerian Dalam Negeri DEMA FPK 2024 dan anggota PMII Rayon Psikologi dan Kesehatan.
Menurutnya, organisasi justru menjadi laboratorium nyata untuk melatih manajemen waktu. “Organisasi itu tempat belajar networking dan disiplin. Kuncinya jangan over-commit dan tetap tahu prioritas akademik,” tuturnya. Bela sendiri memilih gaya belajar rutin setiap hari agar materi lebih “nyantol” dan menghindari stres akibat sistem kebut semalam.
“Gelar ini bukan sekadar angka, tapi tanggung jawab untuk terus berkontribusi dan memberikan dampak positif bagi orang lain.” Ungkapnya.
Saat pengumuman wisudawan terbaik keluar, orang tua menjadi pihak pertama yang ia kabari. Doa restu dari Mama dan Papa diakui Bela sebagai bahan bakar utamanya untuk tetap konsisten. Meski sempat merasa lelah akibat padatnya jadwal, Bela selalu mengingatkan dirinya sendiri untuk menikmati proses.
“Kalau bisa kembali ke masa mahasiswa baru, aku mau bilang: kamu itu kuat, kamu bisa, dan kamu akan baik-baik saja. Jangan terlalu keras pada diri sendiri, nikmati perjalanannya,” pesannya untuk dirinya di masa lalu.
Ia berencana langsung melanjutkan studi ke jenjang S2 untuk memperdalam kompetensinya di bidang Psikologi. Ia berharap ilmunya dapat membuka peluang lebih luas untuk bermanfaat bagi masyarakat.
Kepada rekan-rekan mahasiswa yang masih berjuang, Bela menitipkan pesan hangat, “Capek itu pasti, tapi jangan menyerah. Langkah kecil yang kamu ambil hari ini akan membawamu lebih dekat ke impianmu. Jangan takut bermimpi besar dan jangan ragu untuk bertanya!”


