UIN Walisongo Online, Semarang – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang memperkuat kolaborasi akademik melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Program Studi Magister Ilmu Linguistik FIB UNDIP dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FTIK UIN Walisongo Semarang. Kerja sama yang berlangsung pada Kamis (17/09/2026) tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi melalui pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia akademik.
Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Dekan FTIK UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Abdul Rohman,M.Ag dan Ketua Program Studi Magister Ilmu Linguistik FIB UNDIP, Prihantoro, SS, MA, Ph.D. Kolaborasi ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi, kompetensi, pengalaman, sumber daya, serta jejaring akademik kedua institusi dalam menghadapi perkembangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.
Kerja sama ini tidak hanya menjadi dokumen kelembagaan, tetapi dirancang sebagai ruang kolaborasi yang memungkinkan lahirnya berbagai program akademik bersama, penelitian multidisipliner, inovasi pembelajaran, serta kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat.
Kolaborasi FIB UNDIP dan FTIK UIN Walisongo Semarang lahir dari kebutuhan untuk membangun sinergi antarperguruan tinggi dalam mengembangkan pendidikan bahasa, literasi, budaya, dan pembelajaran yang relevan dengan perubahan zaman. Kedua institusi memiliki kekuatan akademik yang saling melengkapi: FIB UNDIP melalui kajian linguistik dan humaniora, serta FTIK UIN Walisongo melalui pengembangan pendidikan dan kompetensi calon pendidik.

Dekan FTIK UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Abdul Rohman, menegaskan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Menurutnya, penguatan jejaring akademik memungkinkan institusi pendidikan saling berbagi pengalaman, mengembangkan inovasi pembelajaran, serta menciptakan program yang memberikan manfaat lebih luas bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat.
“Kerja sama akademik bukan hanya tentang hubungan kelembagaan, tetapi bagaimana perguruan tinggi dapat membangun ekosistem bersama untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.”ujar Prof. Abdul Rohman
Melalui kerja sama ini, kedua institusi membuka peluang pengembangan berbagai kegiatan akademik seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, guest lecture, visiting lecturer, seminar, konferensi, workshop, pengembangan bahan ajar, media pembelajaran, serta pengembangan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Salah satu fokus utama kerja sama FIB UNDIP dan FTIK UIN Walisongo Semarang adalah pengembangan penelitian kolaboratif yang bersifat multidisipliner dan interdisipliner. Ruang lingkup penelitian mencakup pendidikan, bahasa, sastra, budaya, literasi, pembelajaran bahasa, pendidikan Islam, transformasi digital, serta berbagai isu sosial dan humaniora yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ketua Program Studi Magister Ilmu Linguistik FIB UNDIP, Prihantoro, SS, MA, Ph.D., menyampaikan bahwa kolaborasi lintas institusi menjadi peluang untuk mengintegrasikan perspektif linguistik, pendidikan, dan kajian humaniora dalam menghasilkan penelitian yang lebih komprehensif.
“Pengembangan ilmu bahasa dan pendidikan membutuhkan pendekatan kolaboratif agar penelitian yang dihasilkan tidak hanya memperkaya kajian akademik, tetapi juga memiliki relevansi terhadap persoalan nyata dalam masyarakat dan dunia pendidikan.” kata Prihantoro

Melalui kerja sama tersebut, hasil penelitian diharapkan dapat menghasilkan luaran akademik berupa publikasi ilmiah, seminar, konferensi, buku, maupun bentuk kontribusi ilmiah lainnya sesuai dengan standar akademik yang berlaku.
Selain penelitian, kedua institusi juga berkomitmen mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penguatan literasi, pendidikan, kebahasaan, kebudayaan, pengembangan kapasitas pendidik, serta pemberdayaan masyarakat.
Kerja sama FIB UNDIP dan FTIK UIN Walisongo Semarang menjadi bagian dari upaya membangun kemitraan akademik yang berkelanjutan melalui prinsip kesetaraan, profesionalitas, transparansi, akuntabilitas, dan saling memberikan manfaat. Setiap kegiatan yang dikembangkan akan disusun berdasarkan kapasitas, kewenangan, sumber daya, serta ketentuan akademik masing-masing institusi.
Lebih jauh, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan tinggi melalui pengembangan sumber daya manusia, perluasan jejaring akademik, peningkatan produktivitas penelitian, dan peningkatan kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.
Kemitraan antara FIB UNDIP dan FTIK UIN Walisongo Semarang menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan masa depan membutuhkan kerja bersama antarbidang keilmuan. Integrasi kajian bahasa, budaya, pendidikan, dan teknologi menjadi fondasi penting untuk menghasilkan inovasi akademik yang responsif terhadap perubahan nasional maupun global.


