Kisah Mukhamad Aji, Wisudawan Terbaik FEBI yang Raih Gelar di Tengah Duka

UIN Walisongo Online, Semarang – Sabtu (7/2/2026) menjadi hari yang bersejarah bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Sebanyak 1.277 wisudawan secara resmi dilepas dalam prosesi Wisuda Doktor (S3) ke-41, Magister (S2) ke-66, dan Sarjana (S1) ke-99 di Auditorium II Kampus III Gedung Tgk Ismail Yaqub.

Di antara ribuan wajah bahagia, terselip sebuah kisah perjuangan dan cinta yang luar biasa dari Mukhamad Aji Ikhwanul Yunus, atau yang akrab disapa Ajik. Lulusan Program Studi S1 Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) angkatan 2022 ini tidak hanya berhasil lulus, tetapi juga dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Fakultas.

Momen haru dimulai ketika Ajik menerima notifikasi dari Humas UIN Walisongo pada Selasa (3/1/2026) mengenai jadwal pemotretan wisudawan terbaik. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan motor menuju rumahnya di Jepara.

“Saya berhenti di tengah jalan, dan tanpa disadari air mata jatuh. Perasaannya campur aduk antara bahagia dan haru. Saya langsung teringat almarhum Bapak. Beliau ingin sekali datang ke wisuda anak bungsunya ini. Gelar ini sepenuhnya saya persembahkan untuk almarhum Bapak,” ungkap Ajik dengan suara bergetar.

Ayahanda Ajik wafat tepat pada malam hari setelah Ajik menyelesaikan sidang munaqosah pada 29 Desember 2025 lalu. Keberhasilan ini menjadi kado terakhir yang indah sekaligus menyayat hati bagi sang ibunda yang terus memberikan pelukan penguatan bagi putra bungsunya tersebut.

Prestasi Ajik bukan sekadar angka. Kedalaman intelektualnya terbukti melalui skripsi berjudul “Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Variabel Islamic Human Development Index (I-HDI) terhadap Tingkat Kemiskinan dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebagai Variabel Intervening di Provinsi DIY tahun 2015-2024”.

Penerapan visi Unity of Sciences (Kesatuan Ilmu) sangat kental dalam risetnya. Ia menggunakan variabel I-HDI untuk mengkaji kualitas SDM yang tidak hanya dari sisi materialitas, tetapi juga spiritualitas. “Saya ingin menunjukkan bahwa SDM dengan kualitas spiritual dan intelektual yang tinggi adalah kunci utama untuk mengentaskan kemiskinan,” jelas mantan Ketua Umum Beswan Djarum Semarang 2025 tersebut.

Selama 3,5 tahun masa studinya, Ajik adalah sosok mahasiswa “Haus Pengalaman”. Selain aktif di DEMA UIN Walisongo dan DEMA FEBI, ia juga terlibat sebagai Public Relation Officer di Kejar Mimpi Semarang by CIMB Niaga.

Bagi Ajik, ketakutan mahasiswa akan turunnya IPK karena berorganisasi hanyalah mitos. “IPK tinggi mungkin membawa kita ke meja wawancara, tapi pengalaman organisasilah yang membuat kita lolos dan bertahan di dunia kerja. Kuncinya bukan seberapa sibuk, tapi bagaimana kita mengatur skala prioritas,” tegasnya.

Meski sempat menjadi “deadliner” karena kesibukan volunteer kru konser di akhir pekan, Ajik membuktikan bahwa disiplin dan motivasi yang kuat mampu mengantarkannya ke puncak prestasi.

Setelah menyandang gelar sarjana, Ajik berambisi melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dengan target beasiswa penuh. Sembari menunggu peluang tersebut, ia berencana menjajaki dunia profesional di bidang Business and Development atau Ahli Kebijakan Ekonomi, serta mengembangkan bisnis biro perjalanan wisata yang mulai ia rintis.

Kepada adik-adik tingkatnya, Ajik berpesan: “Cari ritmemu sendiri dan jangan pernah menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja. Banggakan orang tuamu, almamatermu, tapi yang paling penting, banggakan dirimu sendiri dengan menjadi versi terbaik.”

Inspirasi dari Ajik membuktikan bahwa UIN Walisongo Semarang adalah tempat yang tepat untuk meraih mimpi. Bagi Anda yang ingin menjadi bagian dari Kampus Kemanusiaan dan Peradaban ini, jalur SNBP dan SPAN-PTKIN 2026 telah dibuka. Mari ikuti jejak para lulusan terbaik dan daftarkan diri Anda segera melalui pmb.walisongo.ac.id.