Kukuhkan 2.667 Guru Profesional, Dekan FTIK UIN Walisongo: Sertifikasi adalah Amanah Kompetensi

UIN Walisongo Online, Semarang – Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang pada Ahad (1/2/2026). Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) UIN Walisongo Semarang menggelar Tasyakuran Pengukuhan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Transformasi Dalam Jabatan PAI dan Madrasah Tahap 2 Tahun 2025.

Sebanyak 2.667 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai guru profesional. Dari jumlah tersebut, sebanyak 810 mahasiswa hadir secara langsung (offline) di lokasi, sementara sisanya mengikuti prosesi secara daring. Momentum sakral ini ditandai dengan pembacaan Ikrar Guru Profesional yang dipimpin oleh Muhammad Faiq Abrar, S.Pd., guru dari SD Negeri Peterongan Semarang.

Mewakili para lulusan, Hj. Indrawati, S.Pd. dari SD Negeri Rejosari 1 Semarang, menyampaikan pesan kesan yang menyentuh hati. Ia menceritakan bagaimana dinamika perjuangan para guru selama mengikuti program PPG yang penuh tantangan teknologi.

“Kami dipertemukan sebagai keluarga baru dari berbagai daerah dengan satu visi: menjadi guru profesional. PPG mengajarkan kami untuk inovatif, mulai dari belajar mengedit video hingga akrab dengan aplikasi pembelajaran, meski terkadang kendala sinyal internet menjadi cerita tersendiri di tengah malam,” kenang Indrawati.

Ia juga menggambarkan betapa mendebarkannya proses pendampingan melalui sistem Learning Management System (LMS). “Hati kami berdebar setiap akan menjalankan tugas, namun bimbingan dosen LPTK UIN Walisongo Semarang sangat luar biasa. Kebahagiaan kami sederhana, yaitu saat melihat ‘centang hijau’ di LMS yang menandai tugas kami telah diterima. Kami bangga menjadi bagian dari kampus ini dan siap mengimplementasikan filosofi Jawa bahwa guru harus digugu lan ditiru,” imbuhnya.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag., dalam orasi ilmiahnya memberikan apresiasi tinggi kepada panitia pelaksana yang merupakan representasi dari mahasiswa PPG sendiri.

“Secara anggaran, pengukuhan ini seharusnya dilaksanakan daring. Namun, karena keinginan kuat mahasiswa untuk bersilaturahmi dan bertatap muka langsung di kampus tercinta, maka terlaksanalah pertemuan luar biasa pagi ini. Terima kasih kepada panitia dari mahasiswa Tahap 2 Tahun 2025,” ujar Prof. Fatah Syukur.

Beliau menekankan bahwa gelar guru profesional bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar. Di era digital, guru dituntut tidak hanya melek teknologi, tetapi juga bijak dalam bermedia sosial.

“Anak-anak kita sudah mengenal dunia digital sejak dini. Jangan sampai kita tidak adaptif. Gunakan media sosial untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sekadar mencari ketenaran. Ingat, penerimaan sertifikasi bukan semata-mata soal peningkatan kesejahteraan, tetapi yang utama adalah peningkatan kompetensi, integritas, dan kejujuran,” tegas Dekan FTIK tersebut.

Seiring dengan prestasi LPTK dalam mencetak guru profesional, UIN Walisongo Semarang terus berkomitmen memberikan pendidikan berkualitas bagi generasi muda. Saat ini, jalur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2026 telah dibuka, termasuk jalur SNBP dan SPAN-PTKIN. Bagi calon mahasiswa yang ingin dibimbing oleh tenaga pendidik ahli dan berpengalaman seperti di FTIK, informasi pendaftaran dapat diakses melalui laman pmb.walisongo.ac.id atau akun media sosial resmi @uinwalisongosemarang.