UIN Walisongo Online, Semarang – Pilar PKBI Jawa Tengah menggelar edukasi bertema “Pendengar yang Baik” bagi anggota Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) SMPN 2 Semarang, Selasa (29/9). Kegiatan ini difasilitasi mahasiswa magang UIN Walisongo Semarang.
Dalam kegiatan tersebut, Munifah bertindak sebagai fasilitator dan Adam sebagai co-fasilitator, dengan pendampingan dari Kak Ananto selaku perwakilan Pilar PKBI Jawa Tengah.
Edukasi ini bertujuan membantu peserta memahami pentingnya menjadi pendengar yang baik dalam membangun relasi yang sehat dan saling mendukung. Peserta diajak memahami bahwa mendengarkan bukan sekadar diam ketika orang lain berbicara, tetapi juga memberikan perhatian, tidak memotong pembicaraan, tidak menghakimi, menunjukkan empati, serta menjaga kepercayaan teman yang bercerita.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya menjadi pendengar yang baik. Setelah itu, peserta mengikuti kuis menggunakan Quizizz untuk menguji pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif karena peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas yang mengajak mereka memahami pentingnya keterampilan mendengarkan.
Pada sesi terakhir, peserta mengikuti praktik mendengarkan aktif. Peserta dibagi secara berpasangan, dengan masing-masing pasangan terdiri atas dua orang. Dalam praktik tersebut, peserta secara bergantian menjadi pencerita dan pendengar.

Pencerita menyampaikan cerita kepada pasangannya, sementara pendengar berlatih memberikan perhatian penuh tanpa memotong pembicaraan dan berusaha memberikan respons yang tepat.
Manfaat praktik tersebut dirasakan langsung oleh peserta. Salah satu anggota PIK-R yang mendapat giliran bercerita mengaku merasa lebih tenang setelah mendapatkan kesempatan untuk didengarkan dengan baik.
“Waktu saya cerita, teman saya nggak motong dan nggak langsung kasih solusi. Dia cuma dengerin sampai selesai. Rasanya lega banget, saya jadi merasa lebih terbuka dan merasa didengar,” ungkap Angel, salah satu anggota PIK-R.
Pengalaman berbeda namun sama bermaknanya disampaikan anggota lain yang berperan sebagai pendengar. Ia mengaku senang karena dipercaya oleh temannya untuk mendengarkan cerita.
“Saya senang banget waktu dipercaya buat dengerin cerita teman. Berarti dia nyaman sama saya. Dari situ saya belajar kalau jadi pendengar itu bukan hal sepele, karena kita ikut menjaga perasaan dan rahasia orang lain,” tutur Rafi.
Melalui kegiatan ini, Pilar PKBI Jawa Tengah berharap anggota PIK-R SMPN 2 Semarang dapat menerapkan keterampilan mendengarkan aktif dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi teman yang mampu memberikan ruang bagi teman sebaya untuk bercerita.
Peserta juga diharapkan memahami bahwa ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan bantuan lebih lanjut, mereka dapat mencari dukungan dari guru BK atau tenaga profesional yang sesuai


