UIN Walisongo Online, Semarang – Empat mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang akan mengikuti program internasional Summer Camp on Artificial Intelligence and Chinese Intangible Culture Heritage di Tiangong University, Tianjin, China, pada 24 Juni hingga 4 Juli 2026.
Keikutsertaan mahasiswa tersebut merupakan bagian dari upaya UIN Walisongo memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi dan komunikasi lintas budaya.
Empat mahasiswa yang terpilih mengikuti program tersebut yakni Sofia dari Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Aliv Taqi dari Fakultas Syariah dan Hukum, Rheysaha Aziza Muchtar dari Fakultas Psikologi dan Kesehatan, serta Ribhi Ghulamulhaq Siregar dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., mengatakan bahwa pengalaman internasional dan penguasaan teknologi kecerdasan buatan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan global yang terus berkembang.
“Partisipasi mahasiswa UIN Walisongo dalam program summer course di China merupakan bagian dari ikhtiar kampus untuk menyiapkan generasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Penguasaan Artificial Intelligence perlu diimbangi dengan pemahaman nilai-nilai kemanusiaan, budaya, dan etika agar teknologi dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan bersama,” ujar Musahadi.
Menurut dia, para mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi duta akademik yang membawa nama baik Indonesia sekaligus memperluas jejaring kolaborasi internasional.
Selama mengikuti program, peserta tidak hanya mempelajari perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tetapi juga diperkenalkan pada warisan budaya tak benda Tiongkok serta perkembangan media digital.
Materi AI yang diberikan mencakup pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, komunikasi, analisis data, hingga industri kreatif. Pembelajaran tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan sumber daya manusia di tengah percepatan transformasi digital global.
Selain memperdalam wawasan teknologi, mahasiswa juga akan berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara. Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, memperluas perspektif global, dan memperkuat jejaring akademik internasional.
Kepala International Office UIN Walisongo Semarang, Agus Mutohar, mengatakan bahwa partisipasi mahasiswa dalam program internasional merupakan bagian dari strategi kampus untuk memperkuat internasionalisasi dan meningkatkan daya saing lulusan.
“Melalui pengalaman internasional seperti ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki keunggulan akademik, tetapi juga wawasan global, kemampuan beradaptasi di lingkungan multikultural, serta kompetensi teknologi yang relevan dengan perkembangan dunia,” kata Agus.
Ia menambahkan, kehadiran mahasiswa UIN Walisongo dalam forum internasional juga menjadi sarana memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia sekaligus memperkuat posisi kampus dalam jejaring kerja sama global.
Program tersebut sejalan dengan visi UIN Walisongo sebagai universitas bereputasi internasional yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemanusiaan. Sepulang dari China, para peserta diharapkan dapat membagikan pengalaman, pengetahuan, dan jejaring yang diperoleh kepada sivitas akademika sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi pengembangan pendidikan dan internasionalisasi kampus.

HMS.


