UIN Walisongo Online, Semarang — Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo Semarang menjadi saksi momen bersejarah dan penuh keharuan pada perhelatan Wisuda Program Doktor (S.3) ke-44, Program Magister (S.2) ke-69, dan Sarjana (S.1) ke-102 yang digelar pada Sabtu (7/11/2026). Di antara jajaran lulusan yang merayakan kelulusannya, nama Najmah Zahra Putri Dharma menyeruak sebagai salah satu wisudawan terdepan. Gadis asal Jakarta dari Program Studi Biologi tersebut berhasil dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST).
Pencapaian ini bukanlah sebuah target yang dipatok Najmah sejak masa awal kuliah. Sejak semester pertama, ia hanya berfokus pada komitmen untuk menjalani tanggung jawab akademik secara maksimal dan menuntaskan setiap proses perkuliahan dengan konsistensi penuh. Pengalaman mengikuti olimpiade Sains Kemenag semasa Madrasah Aliyah (MA) menjadi bekal ketekunan dasar yang terus ia pupuk hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Lahir dari keluarga yang penuh kasih di mana kedua orang tuanya bekerja sebagai karyawan swasta, Najmah menaruh rasa hormat yang amat mendalam atas perjuangan finansial keluarga. Seluruh biaya studinya ditanggung oleh orang tua, dan amanah tersebut ia bayar tuntas melalui torehan prestasi terbaik. Reaksi haru dan bangga yang terpancar dari wajah ayah dan ibunya saat menerima kabar kebahagiaan ini menjadi momen paling membahagiakan dalam hidupnya.
Kiprah Najmah selama berkuliah di Kampus Kemanusiaan dan Peradaban terbilang sangat dinamis. Ia mematahkan pandangan bahwa mahasiswa sains hanya berkutat dengan teori dan laboratorium. Selain aktif di Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi melalui aksi penanaman pohon di jalur pendakian, Najmah dipercaya menjadi Asisten Praktikum Sistematika Tumbuhan. Tak berhenti di situ, ia menimba pengalaman kerja praktis sebagai kasir dan pelayan di Kopi Nuri, tutor bimbingan belajar anak SD, hingga menjalani magang ilmiah bidang kultur jaringan tanaman di BSIP TROA Bogor. Bagi Najmah, mengasah komunikasi, kerja sama tim, dan kedisiplinan dari berbagai lini pekerjaan justru semakin mematangkan kapasitas dirinya.
Keteguhan akademis Najmah diuji secara mendalam saat ia menyusun tugas akhir skripsinya yang berjudul “Karakteristik Organ Generatif dan Studi Apomiksis pada Perkembangan Buah Kemukus (Piper cubeba L.f.) di Kota Semarang”. Penelitian ini berfokus pada pengamatan anatomi organ generatif serta potensi apomiksis—yakni pembentukan biji tanpa melalui proses fertilisasi—pada tanaman kemukus. Proses riset laboratorium ini diwarnai tantangan berat ketika metode yang dijalankan tidak selalu menghasilkan data sesuai harapan.
Tantangan berulang dalam pengamatan sampel serta proses laboratorium sempat memicu rasa lelah dan keraguan. Namun, Najmah memilih untuk tidak menyerah, mengingat kembali motivasi utamanya, dan bangkit menyelesaikan proses tersebut satu demi satu. Dalam perjalanannya, ia mengimplementasikan prinsip kesatuan ilmu (Unity of Sciences) dengan mengintegrasikan keandalan metode ilmiah dan kejujuran data sebagai bentuk rasa tanggung jawab serta kepedulian terhadap kelestarian alam ciptaan Tuhan.
“Gelar Wisudawan Terbaik bukan sekadar tentang angka, IPK, atau peringkat. Lebih dari itu, pencapaian ini menjadi pengingat bahwa setiap proses memiliki nilai, termasuk proses yang melelahkan, tantangan, dan masa-masa ketika kita merasa kesulitan. Gelar ini juga mengajarkan saya untuk tetap rendah hati karena pencapaian yang saya raih tidak terlepas dari doa, dukungan keluarga, bimbingan dosen, dan bantuan banyak orang.”
Strategi manajemen waktu yang diterapkan Najmah menekankan pada pengerjaan tugas secara bertahap dan penetapan prioritas. Ia memecah target pengerjaan skripsi menjadi bagian-bagian kecil agar tidak menumpuk di batas akhir pengerjaan. Metode ini memudahkannya mengelola tekanan perkuliahan sekaligus menjaga kualitas hasil penelitiannya.
Dukungan dari sahabat seangkatan, rekan sekelas, serta bimbingan yang sabar dari para dosen pembimbing menjadi pilar pendukung utama selama masa-masa sulit penyusunan riset. Kebersamaan dan dinamika perjuangan bersama teman-teman mahasiswa menjadi kenangan manis yang paling membekas bagi dirinya.
Setelah resmi menyandang gelar Sarjana Sains (S.Si.), Najmah bersiap melangkah ke dunia kerja profesional untuk mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah didapatnya. Ia berkomitmen untuk terus belajar, beradaptasi dengan tantangan baru, serta memberikan kontribusi nyata di dunia kerja.
Kisah perjuangan Najmah Zahra Putri Dharma menjadi bukti nyata bagi seluruh civitas akademika UIN Walisongo bahwa kesuksesan tidak memerlukan latar belakang yang sempurna sejak awal. Dengan ketekunan, kerendahan hati, dan keberanian untuk terus melangkah di tengah kesulitan, setiap mahasiswa mampu mengukir prestasi terbaiknya masing-masing.


