UIN Walisongo Online, Semarang – Sebanyak 67 santri Madrasah Aliyah (MA) Al-Fathimiyah bersama 23 guru pendamping melakukan kunjungan edukatif ke Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Kamis (15/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Teater Fakultas Sains dan Teknologi (FST) ini menjadi ajang pengenalan langsung dunia perguruan tinggi bagi para santri.
Kepala MA Al-Fathimiyah, Abdullah Adib Haad, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada UIN Walisongo yang telah menerima rombongan dengan hangat. Menariknya, sambutan disampaikan dengan bahasa hybrid, memadukan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa krama sebagai bentuk nguri-uri atau pelestarian budaya Jawa.
“Bahasa adalah identitas. Lewat kesempatan seperti ini, kami ingin santri tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga tetap berakar pada budaya,” ujarnya.
Abdullah Adib juga memperkenalkan Lembaga Pendidikan Al-Fathimiyah yang menaungi jenjang MI, MTs, dan MA. Khusus MA Al-Fathimiyah, ia menyampaikan bahwa para santri telah aktif mengikuti berbagai kejuaraan, baik di tingkat nasional maupun internasional, dengan capaian sejumlah prestasi di beragam bidang.
Kunjungan ke UIN Walisongo ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata kepada santri tentang program studi, atmosfer akademik, serta fasilitas kampus, sebagai bekal menentukan pilihan studi lanjutan setelah lulus.
Sementara itu, Ketua Tim KKH UIN Walisongo, M. Sirojudin Munir, S.Ag., M.M., menyambut rombongan dengan mengajak para santri mengenal UIN Walisongo sebagai kampus kemanusiaan dan peradaban. Ia juga menyinggung tradisi akademik dan spiritual kampus, termasuk kegiatan ziarah ke makam para wali yang rutin dilakukan saat peringatan Dies Natalis UIN Walisongo.
Hal tersebut selaras dengan nilai yang dianut kampus, yakni wahdatul ulum atau unity of science, sebuah pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai keislaman.
“Ber kuliah di UIN Walisongo tidak hanya mengejar ilmu dunia, tetapi juga menyiapkan bekal akhirat,” kata Sirojudin.
Ia juga menyoroti salah satu keunggulan UIN Walisongo, yaitu Program Studi Ilmu Falak di Fakultas Syariah yang disebut sebagai satu-satunya di dunia, didukung laboratorium falak terbesar di Asia berupa planetarium yang kini menjadi salah satu destinasi wisata edukatif unggulan di Kota Semarang.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru yang dipandu oleh Brand Ambassador UIN Walisongo bersama tim admisi. Suasana berlangsung dinamis dan interaktif. Para santri tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar jurusan, peluang karier, hingga fasilitas kampus. Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan doorprize bagi peserta yang aktif berpartisipasi.
Melalui kunjungan ini, MA Al-Fathimiyah berharap para santri memperoleh gambaran utuh tentang dunia kampus serta termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.


