Peresmian Program Unggulan KKN MIT 21 UIN Walisongo, Landmark “Desa Santri” Plumbon Diluncurkan

UIN Walisongo Online, Batang – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Walisongo Semarang meresmikan Program Unggulan Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) ke-21 Tahun 2026 di Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Selasa (24/2/2026).

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 03.30 WIB dan berakhir sekitar 17.00 WIB. Acara sambutan peresmian secara simbolik digelar di Gedung Koperasi Desa Merah Putih, Desa Plumbon, yang dihadiri camat, kepala desa beserta perangkat, tokoh sepuh desa, Karang Taruna, serta masyarakat setempat.
Koordinator Desa (Kordes) KKN MIT Desa Plumbon, Dwi Nurohman Margiyanto, mengatakan program unggulan yang diusung bertajuk Landmark Plumbon Desa Santri. Menurutnya, Desa Plumbon dikenal sebagai lokasi pesantren tertua di Kabupaten Batang.
“Landmark ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol identitas dan kebanggaan Desa Plumbon sebagai desa santri yang memiliki akar sejarah dan tradisi keislaman yang kuat,” ujarnya dalam laporan kegiatan.

Kepala Desa Plumbon, Agus Arjito, mengaku bersyukur dan mengapresiasi Desa Plumbon terpilih menjadi lokasi program unggulan KKN MIT 21.
“Kami berharap pada momen mendatang akan kembali ada KKN dari UIN Walisongo Semarang, karena manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Ketua LPPM UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Akhmad Arif Junaidi, M.Ag., menyampaikan program unggulan tahun ini dimenangkan oleh Posko KKN MIT Desa Plumbon. Ia menegaskan komitmen kampus untuk menjadikan Desa Plumbon sebagai desa binaan dalam program pengabdian berkelanjutan.


Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara kampus dan masyarakat Desa Plumbon.
“KKN bukan hanya ruang belajar bagi mahasiswa, tetapi juga ruang tumbuh bersama masyarakat. Desa Plumbon hari ini memberi teladan bagaimana sejarah, tradisi, dan pendidikan bisa dirajut menjadi identitas kolektif yang membanggakan,” ujar Nizar.

Rektor turut mengucapkan terima kasih kepada kepala desa dan para tokoh masyarakat yang telah membimbing mahasiswa selama menjalankan KKN, serta menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekhilafan mahasiswa selama bermuamalah di tengah masyarakat. Ia juga mengajak generasi muda Desa Plumbon untuk melanjutkan pendidikan tinggi di UIN Walisongo melalui jalur afirmasi yang tersedia.

Sebagai puncak acara, seremoni pemotongan pita dilaksanakan di Tugu Identitas (Landmark) Desa Santri Desa Plumbon. Pemotongan pita dilakukan oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Ketua LPPM, Kepala Desa Plumbon, dan Camat Limpung sebagai simbol resmi peluncuran Landmark “Desa Santri”.
Peresmian ini diharapkan menjadi tonggak penguatan identitas Desa Plumbon sebagai Desa Santri sekaligus mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pembangunan berbasis nilai, sejarah, dan potensi lokal.