UIN Walisongo Online, Malaysia, 5 Agustus 2026 — Tim Peneliti dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Walisongo Semarang menjajaki peluang kerja sama dengan Faculty of Civil Engineering and Built Environment (FKAAB), Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pertemuan tersebut dihadiri Dr. Hamdan Hadi Kusuma, M.Si., Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo; Dr. Baiq Farhatul Wahidah, M.Si.; Dian Ika Aryani, M.T., dosen Program Studi Teknik Lingkungan; serta tim peneliti dan pengabdian UIN Walisongo Semarang.
Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai peluang kolaborasi, meliputi joint research, publikasi ilmiah bersama, guest lecture, seminar dan kegiatan akademik, pertukaran keahlian, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui studi lanjut.
Peluang tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan arah pengembangan Program Studi Teknik Lingkungan UIN Walisongo, khususnya pada bidang Rekayasa Lingkungan Industri. FKAAB UTHM memiliki bidang Water and Environmental Engineering serta sejumlah pusat penelitian yang relevan dengan keilmuan Teknik Lingkungan.
Salah satunya adalah Micropollutant Research Center (MPRC) yang mengembangkan penelitian terkait pengolahan air limbah, waste recovery, integrated water resources engineering, dan pengendalian mikropolutan. Bidang tersebut membuka peluang penelitian bersama terkait pengolahan limbah industri, teknologi pengolahan air dan air limbah, pemulihan sumber daya dari limbah, serta pengendalian pencemaran.
Kolaborasi juga berpotensi dikembangkan dalam bidang bioremediasi dan teknologi lingkungan berkelanjutan. Kajian waste recovery dan resource recovery dapat diarahkan pada upaya pemanfaatan kembali limbah, pemulihan sumber daya, hingga pengembangan teknologi yang mendukung penerapan ekonomi sirkular di sektor industri.
Selain itu, Eco-Hytech (Eco-Hydrology Technology Research Center) UTHM menawarkan ruang kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya air. Bidang yang dikaji mencakup ecohydrology, air tanah, rainwater harvesting, pemodelan banjir, transportasi sedimen, serta integrated water resources management. Hal ini memperluas peluang kerja sama dari pengolahan pencemar menuju pendekatan terpadu dalam pengelolaan kualitas dan kuantitas sumber daya air.
Dukungan fasilitas seperti Environmental Analysis Laboratory, Environmental Engineering Laboratory, dan Wastewater Engineering Laboratory juga menjadi modal penting untuk mengembangkan penelitian eksperimental, analisis kualitas lingkungan, pengujian pencemar, pengembangan teknologi pengolahan, hingga publikasi ilmiah bersama.
Bagi Program Studi Teknik Lingkungan UIN Walisongo, penjajakan kerja sama ini dinilai strategis untuk memperkuat roadmap penelitian, khususnya pada tema limbah industri, mikropolutan, pengolahan air limbah, waste recovery, bioremediasi, dan teknologi lingkungan berkelanjutan. Kolaborasi juga diharapkan dapat menghasilkan penelitian yang tidak hanya berorientasi pada publikasi, tetapi memiliki manfaat dan penerapan nyata bagi industri dan masyarakat.
Ke depan, kerja sama dapat ditindaklanjuti melalui pemetaan kepakaran dosen dan peneliti, identifikasi topik riset bersama, penyusunan proposal penelitian, pengembangan publikasi, kegiatan akademik bersama, serta peluang studi lanjut S3 bagi dosen UIN Walisongo.
Penjajakan dengan FKAAB UTHM menjadi langkah awal untuk mempertemukan kepakaran, fasilitas penelitian, dan kebutuhan pengembangan keilmuan dari kedua institusi. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Teknik Lingkungan UIN Walisongo diharapkan semakin kuat dalam menghasilkan inovasi dan solusi rekayasa lingkungan yang aplikatif, khususnya dalam menjawab tantangan industri dan mendukung pembangunan berkelanjutan.


