Perkuat Sinergi Internal, Rektor UIN Walisongo Ajak Dosen dan Tendik Berlari Lewat Strategi Akselerasi

UIN Walisongo Online, Semarang – Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang menjadi saksi hangatnya momen muwajjahah atau tatap muka langsung antara pimpinan universitas dengan ratusan dosen serta tenaga kependidikan (tendik) pada Selasa (5/5/2026). Forum bertajuk Dialog Rektor ini digelar sebagai upaya memperkuat komunikasi internal dan menjaring aspirasi demi kemajuan institusi.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kembali forum periodik ini setelah sempat terkendala pandemi dan pergeseran budaya digital.

Komunikasi sebagai Kunci Perdamaian Institusi

Dalam arahannya, Prof. Musahadi yang juga pakar Peace Studies menekankan bahwa komunikasi langsung memiliki nilai yang tidak bisa digantikan oleh platform daring.

“Dalam ilmu Peace Studies, gesekan atau benturan sering terjadi karena kesalahpahaman, dan kesalahpahaman terjadi karena kurangnya komunikasi. Itulah asbabul wurud mengapa kita bertemu hari ini. Kami ingin mengomunikasikan gagasan dan kritik secara langsung demi pengembangan institusi,” tutur Prof. Musahadi.

Tiga Misi Utama: Harmoni, Inovasi, dan Akselerasi

Rektor memaparkan tiga pilar strategis yang menjadi mandat bagi seluruh civitas akademika untuk menggerakkan UIN Walisongo Semarang ke depan.

Pertama, harmonisasi, menjadi fondasi utama. Rektor menegaskan bahwa jika bekerja sendiri-sendiri, tujuan akan lama tercapai. Sinergi adalah kunci untuk bergerak cepat.

Kedua, inovasi. Membuka ruang kreativitas baik di bidang akademik maupun non-akademik, mulai dari pembenahan kurikulum mahasiswa hingga peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur.

Ketiga, akselerasi. Menyadari perubahan global yang dahsyat, UIN Walisongo Semarang harus cepat beradaptasi. Rektor menyoroti ketatnya persaingan dengan perguruan tinggi sekitar yang mengalami percepatan luar biasa.

Dialog Interaktif: Dari One Man One Scopus hingga Kesejahteraan

Kegiatan yang dipandu oleh Kepala Biro AAKK, Dr. M. Fatah, S.Ag., M.Ed., ini berlangsung dinamis. Berbagai isu krusial mencuat dalam sesi tanya jawab, mulai dari kebijakan akademik hingga fasilitas kampus.

Beberapa poin penting yang dibahas dalam diskusi antara lain: Akselerasi Riset: Program One Man One Scopus dicanangkan sebagai program utama untuk meningkatkan pemeringkatan universitas. Kesejahteraan dan Karir: Aspirasi mengenai manajemen talenta untuk tendik, peta jabatan fungsional, hingga sistem remunerasi menjadi sorotan audiens. Fasilitas Kampus: Diskusi mengenai perbaikan laboratorium, rencana renovasi masjid kampus, hingga pengaturan parkir dan konsultasi kesehatan bagi mahasiswa.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, jajaran Wakil Rektor turut memberikan komitmennya. Wakil Rektor 1 menegaskan pembentukan Pusat Pemeringkatan untuk mengawal posisi universitas, sementara Wakil Rektor 2 memastikan proyek pembangunan akan terus dilaksanakan sesuai kebutuhan, termasuk perluasan laboratorium tahun ini.

“Kami siap belajar dari berbagai instansi untuk terus memperbaiki diri,” pungkas Prof. Musahadi menutup forum tersebut.

Dialog ini diharapkan menjadi kegiatan rutin untuk memastikan UIN Walisongo Semarang tetap menjadi institusi yang sehat secara komunikasi dan unggul secara prestasi.