Profesor Monash University Berbagi Ilmu Stem dan Inquiry Learning di UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang — International Office UIN Walisongo Semarang menghadirkan Professor Gillian Kidman dari Monash University, Australia, sebagai visiting professor dalam program akademik dan budaya selama lima hari, Senin – Jumat (7–11/9/2026). Selain mengikuti program intensif Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Prof. Kidman mengisi kuliah umum, mengunjungi laboratorium Fakultas Sains dan Teknologi, serta mengajar langsung di kelas bersama mahasiswa.

Menyambut kegiatan ini, Rektor UIN Walisongo Semarang menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi dengan Monash University.

“Kehadiran Prof. Gillian Kidman sebagai visiting professor memberikan kesempatan berharga bagi dosen dan mahasiswa kami untuk belajar langsung dari akademisi internasional, khususnya dalam pendekatan STEM dan pembelajaran berbasis inkuiri. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan memberi dampak nyata bagi kualitas pendidikan di UIN Walisongo,” ujar Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag

Kuliah Umum: STEM dan Pembelajaran Berbasis Inkuiri

Puncak kegiatan pekan ini adalah kuliah umum bertema pendidikan STEM dan inquiry-based learning yang digelar pada Rabu, 9 September 2026 oleh jurusan Pendidikan Biologi. Dalam forum yang dihadiri oleh 150 peserta terdiri dari dosen,  dan mahasiswa ini, Prof. Kidman memaparkan bagaimana pendekatan berbasis inkuiri dapat mendorong siswa untuk aktif bertanya, menyelidiki, dan membangun pemahaman sains serta matematika secara mandiri, alih-alih hanya menerima materi secara satu arah.

Materi yang disampaikan mencakup prinsip dasar pembelajaran inkuiri, strategi mengintegrasikan sains dan matematika dalam kurikulum berbasis STEM, serta contoh praktik baik dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara. Kuliah umum ini menjadi ruang dialog terbuka bagi peserta untuk bertukar perspektif langsung dengan akademisi internasional yang berpengalaman di bidang pendidikan sains dan geografi.

“Pembelajaran berbasis inkuiri bertujuan memberi ruang kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan mereka sendiri dan menemukan jawaban mereka sendiri, alih-alih sekadar memberi tahu mereka apa yang harus dipikirkan. Ketika kita menggabungkannya dengan STEM, kita membantu siswa memandang sains dan matematika bukan sebagai mata pelajaran yang terpisah, melainkan sebagai alat untuk memahami dunia di sekitar mereka” jelas Prof. Gillian Kidman

Rangkaian kegiatan turut mencakup kunjungan Prof. Kidman ke laboratorium Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo. Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau fasilitas praktikum yang digunakan mahasiswa dalam kegiatan riset dan pembelajaran sains, sekaligus berdiskusi dengan dosen dan pengelola laboratorium mengenai pemanfaatan fasilitas tersebut untuk mendukung pembelajaran berbasis inkuiri dan riset.

Kunjungan laboratorium ini menjadi kesempatan untuk melihat langsung bagaimana konsep STEM dan inquiry learning yang dibahas dalam kuliah umum dapat diterapkan secara konkret melalui sarana praktikum yang tersedia di kampus.

Program kunjungan ini diselenggarakan oleh International Office UIN Walisongo Semarang sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama akademik internasional, khususnya dengan Monash University, Australia. Prof. Gillian Kidman sendiri merupakan Professor Pendidikan Sains di Fakultas Pendidikan Monash University, yang dikenal luas atas kontribusinya di bidang pendidikan STEM, pembelajaran berbasis inkuiri, serta integrasi sains dan matematika dalam kurikulum sekolah. Ia juga aktif sebagai Co-Editor International Journal of Geographical and Environmental Education (IRGEE) dan kerap menjadi pembicara kunci di forum-forum pendidikan di kawasan Asia Tenggara.

Melalui rangkaian kegiatan ini, International Office UIN Walisongo berharap dapat memperkaya wawasan dosen dan mahasiswa dalam menerapkan pendekatan STEM dan inquiry learning, sekaligus memperkuat kolaborasi akademik jangka panjang antara UIN Walisongo dan Monash University.