Rektor UIN Walisongo Bimbing Pria Asal Portugal Masuk Islam

UIN Walisongo Online, Semarang,- Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Nizar, M.Ag., membimbing Carlos Marques Da Costa, pria asal Portugal, mengucapkan syahadat. Pemuda tersebut resmi memeluk Islam pada Senin (09/02/2026) di Masjid Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.

Acara sakral ini disaksikan oleh seluruh jajaran civitas akademika UIN Walisongo, termasuk Wakil Rektor I, Prof. Dr. M. Mukhsin Jamil, M.Ag. dan Wakil Rektor II, Prof. Dr. Ahmad Ismail, M.Ag. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai bentuk dukungan institusional, tetapi juga sebagai saksi atas keputusan besar yang diambil oleh Carlos Marques Da Costa dalam perjalanan spiritualnya.

Setelah menyelesaikan prosesi syahadat, Carlos Marques Da Costa tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan kebahagiaannya. Dalam keterangannya, ia mengungkapkan bahwa ia merasa damai setelah mengucapkan syahadat.

“Saya merasa sangat senang dan damai setelah mengucapkan syahadat ini. Dalam Islam, saya menemukan kedekatan yang lebih nyata dengan Tuhan, sesuatu yang selama ini saya cari dan rindukan.”

Carlos menjelaskan bahwa keputusannya untuk memeluk Islam berawal dari perjalanannya ke Indonesia. Selama berada di tanah air, ia mengamati bagaimana masyarakat Indonesia menjalankan kehidupan beragama mereka dengan penuh ketulusan dan kedekatan dengan Tuhan. Pengalaman tersebut memantik hati dan keinginan kuat dalam dirinya untuk menjadi bagian dari keyakinan yang ia rasakan.

“Perjalanan saya ke Indonesia telah membuka mata saya. Saya menyadari bagaimana orang-orang di sini menerima Tuhan dan agama sebagai bagian tak terpisahkan dari hidup mereka. Saya merasa ingin menjadi bagian dari itu, merasakan kedamaian yang sama,” tambah Carlos, menjelaskan alasan di balik keputusannya.

Prosesi ini diakhiri dengan pembacaan doa penutup yang dipimpin oleh Prof. Dr. Tolkhatul Khoir, M.Ag. Doa tersebut dipanjatkan untuk Carlos Marques Da Costa agar senantiasa diberikan keteguhan iman, hidayah, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan barunya sebagai seorang Muslim. Peristiwa ini juga sekaligus menjadi salah satu catatan penting bagi UIN Walisongo, menunjukkan peran institusi pendidikan Islam dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi dan spiritualitas kepada masyarakat luas, bahkan hingga ke kancah internasional.