Sarasehan Nasional FORDAKOM–APDII Perkuat Arah Keilmuan Dakwah PTKI

Forum Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FORDAKOM) bekerja sama dengan Perkumpulan Akademisi dan Profesi Dai Indonesia (APDII) menyelenggarakan Sarasehan Nasional Keilmuan Dakwah yang dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) pada Minggu–Senin, 25–26 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Mahima, Kota Semarang ini menjadi forum strategis nasional dalam merumuskan arah pengembangan keilmuan dakwah di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Sebagai tuan rumah, UIN Walisongo Semarang meneguhkan perannya sebagai ruang temu intelektual dan pusat pengembangan keilmuan dakwah yang moderat, inklusif, dan adaptif terhadap dinamika zaman.

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, pimpinan program studi, pengurus FORDAKOM dan APDII, serta Dewan Pakar dari berbagai PTKI di seluruh Indonesia.

Ketua Forum Dekanat Dakwah dan Komunikasi (FORDAKOM), *Prof. Hasan, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme peserta lintas wilayah.

Ia menegaskan bahwa sarasehan nasional ini merupakan forum penting untuk memperkuat arah dan peta jalan keilmuan dakwah di Indonesia.

“Forum ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah-langkah pengembangan Program Studi Dakwah agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, tantangan sosial, serta kebutuhan umat dan masyarakat,” ujar Prof. Hasan.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua APDII, Prof. Dr. Sulthon, M.Ag., yang menekankan pentingnya penguatan fondasi keilmuan dakwah sebagai basis pengembangan program studi di PTKI.

“Tujuan utama pertemuan ini adalah menjembatani potensi para penyusun dan penerus dakwah melalui penguatan body of knowledge keilmuan dakwah. APDII berkomitmen mengawal pengembangan program studi agar tetap berada pada jalur akademik yang kokoh dan tidak menyimpang dari karakter keilmuan dakwah,” tegasnya.

Sementara itu, Prof. Nizar Ali dalam sambutannya menyoroti sejumlah agenda strategis yang perlu menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan dakwah di PTKI.

“Evaluasi substansi studi dakwah, penguatan kolaborasi antar-PTKI, akselerasi sistem pembelajaran, serta peningkatan daya saing lulusan merupakan agenda penting yang harus terus dikawal,” ungkapnya.Ia juga menekankan pentingnya penegasan peran ma’had, penguatan epistemologi keilmuan dakwah, serta pengembangan takhasus dan skema beasiswa sebagai bagian dari strategi besar peningkatan kualitas pendidikan dakwah nasional.

Melalui Sarasehan Nasional Keilmuan Dakwah ini, FORDAKOM dan APDII berharap dapat menghasilkan rekomendasi strategis bagi penguatan keilmuan dakwah, sekaligus memperkuat sinergi antar-PTKI.

Bagi UIN Walisongo Semarang, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusional dalam mengokohkan identitas kampus sebagai pusat kajian dakwah dan komunikasi Islam yang berwawasan moderasi beragama, unggul secara akademik, dan berdaya saing nasional.