Satu Pesan, Banyak Makna: Kampanye Kebaikan Mahasiswa Manajemen Dakwah Tarik Perhatian Mahasiswa

UIN Walisongo Online, Semarang – Mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang menghadirkan kampanye Public Relation melalui kegiatan positif bertajuk “Papan Catatan Kebaikan Tanpa Nama” pada Selasa (2/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di area depan ruang I.1 FDK tersebut menjadi ruang interaktif bagi mahasiswa untuk berbagi pesan motivasi, doa, harapan, dan ucapan terima kasih secara anonim.

Kampanye ini merupakan luaran proyek Public Relations yang dirancang oleh tujuh mahasiswa Manajemen Dakwah sebagai upaya membangun budaya saling mendukung, peduli, dan menguatkan di lingkungan kampus. Melalui media kampanye yang sederhana namun partisipatif, mahasiswa diajak untuk terlibat aktif dalam menyebarkan pesan-pesan positif kepada sesama.

Papan catatan ditempatkan di area yang mudah diakses dan sering dilalui mahasiswa. Setiap mahasiswa diberikan kesempatan untuk menuliskan pesan tanpa mencantumkan identitas, sehingga diharapkan dapat menciptakan ruang yang nyaman untuk berbagi semangat dan kebaikan.

Salah satu anggota kelompok menjelaskan bahwa kampanye ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan bentuk komunikasi yang mampu memperkuat hubungan sosial di tengah kesibukan aktivitas akademik.

“Melalui papan ini, kami ingin membuka ruang bagi mahasiswa untuk saling menguatkan melalui pesan-pesan sederhana. Harapannya, setiap orang dapat merasakan bahwa dukungan dan kebaikan sekecil apa pun memiliki makna bagi orang lain,” ujarnya.

Sejak pertama kali dipasang, papan tersebut langsung menarik perhatian mahasiswa. Dalam waktu singkat, puluhan catatan berwarna-warni memenuhi papan dengan berbagai pesan inspiratif, doa, dan kata-kata penyemangat. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya partisipasi mahasiswa dalam menyampaikan sekaligus menerima pesan-pesan positif.

Salah seorang mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku terkesan dengan konsep kampanye yang dihadirkan.

“Awalnya saya hanya lewat dan melihat banyak catatan ditempel di papan. Setelah membaca beberapa pesan, saya merasa lebih bersemangat karena banyak tulisan yang positif dan menginspirasi,” tuturnya.

Melalui kampanye ini, mahasiswa Manajemen Dakwah berharap nilai-nilai empati, kepedulian sosial, dan komunikasi positif dapat terus tumbuh di lingkungan kampus. Kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa media komunikasi sederhana dapat dimanfaatkan sebagai sarana membangun hubungan sosial yang lebih hangat, inklusif, dan suportif di kalangan mahasiswa.

Selain menjadi implementasi pembelajaran Public Relations berbasis praktik, kampanye ini diharapkan dapat menginspirasi lahirnya berbagai gerakan positif lainnya yang mendorong terciptanya lingkungan akademik yang sehat dan saling menguatkan