UIN Walisongo Online, Semarang – Sabtu (7/2/2026), suasana haru dan bangga menyelimuti Auditorium II Kampus III Gedung Tgk Ismail Yaqub. Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang resmi melepas 1.277 wisudawan dalam Wisuda Periode Februari 2026. Di antara barisan lulusan berprestasi, nama Shafira Putri Indraswati muncul sebagai bintang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Bagi Shafira, predikat wisudawan terbaik bukanlah hal baru, namun tetap menjadi kejutan yang mengharukan. Setelah sebelumnya meraih gelar serupa di bangku SMA, mahasiswi Program Studi Sosiologi ini membuktikan konsistensinya dengan kembali menjadi yang terbaik di level universitas.
“Gelar ini adalah penanda perjalanan panjang tentang komitmen, ketekunan, dan doa yang tak henti. Ilmu bukan untuk dibanggakan, melainkan untuk dipertanggungjawabkan bagi sesama,” ungkap Shafira.
Ketertarikan Shafira pada isu sosial dan lingkungan membawanya pada riset skripsi yang mendalam berjudul “Ekofeminisme Dalam Praktik: Studi Perempuan Penggerak Lingkungan dalam Program Eco Care Komunitas Gerakan Seribu Rupiah (GSR) di Ngaliyan, Kota Semarang.”
Penelitian ini membedah peran krusial perempuan di tingkat akar rumput yang seringkali dimarginalkan dalam pengambilan keputusan ekologis. Shafira menemukan bahwa para perempuan di komunitas GSR tidak hanya mengelola limbah demi ekonomi, tetapi sebagai bentuk ibadah ekologis.
“Aktivitas mereka merefleksikan hubungan mendalam antara perempuan dan alam. Ini adalah manifestasi dari Islamic Ecotheology, di mana menjaga lingkungan diselaraskan dengan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi,” jelas Shafira mengenai integrasi Unity of Sciences dalam risetnya.
Banyak yang bertanya bagaimana Shafira menjaga keseimbangan antara akademik dan organisasi. Kuncinya ternyata terletak pada kedisiplinan harian yang ketat. Berbeda dengan tipe mahasiswa deadliner, Shafira adalah tipe yang selalu mereview materi setiap hari.
• Metode Belajar: Membuat catatan khusus (daily note) setelah kuliah.
• Prinsip Kerja: Menerapkan sistem one day one task agar tugas tidak menumpuk.
• Keseimbangan: Tetap menyisipkan hobi olahraga basket dan voli dalam rutinitas harian agar tidak jenuh.
Selama kuliah, ia juga aktif di berbagai organisasi seperti Walisongo Sport Club (WSC) dan HMJ Sosiologi, membuktikan bahwa aktif berorganisasi justru mempertajam kemampuan manajemen waktu dan kepemimpinan.
Orang pertama yang menerima kabar bahagia ini adalah ibundanya. Melalui sambungan video call, seluruh keluarga besar yang sedang berkumpul di rumah tak kuasa menahan air mata haru. Shafira, sebagai cucu dan anak perempuan pertama di keluarga, telah melangkah jauh melampaui ekspektasi.
“Keluarga adalah pengingat utama saya tentang arti perjuangan. Pendidikan adalah amanah, dan saya ingin pulang sebagai seorang sarjana yang membawa manfaat,” tuturnya.
Ke depannya, Shafira berambisi untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 sambil tetap membuka diri pada pengalaman profesional di dunia kerja. Ia berpesan kepada adik tingkatnya agar tidak pernah menunda pekerjaan: “Selesaikan apa yang sudah dimulai, karena setiap proses yang berat akan terbayar pada waktunya.”
Kisah sukses Shafira adalah bukti bahwa FISIP UIN Walisongo mampu mencetak pemikir sosial yang peka terhadap isu kontemporer. Saat ini, jalur pendaftaran SNBP dan SPAN-PTKIN 2026 telah dibuka. Mari asah potensi sosiologis Anda di Kampus Kemanusiaan dan Peradaban. Kunjungi pmb.walisongo.ac.id untuk informasi lebih lanjut.


