Suarakan Kesetaraan Gender Lewat Film, Santri ini Jadi Lulusan Terbaik KPI UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang –  Pelepasan dan Pembekalan Wisuda Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo di Hotel Mahima. Di antara deretan lulusan berprestasi, nama Tahayu Unnihayah berhasil mencuri perhatian setelah dikukuhkan sebagai wisudawan terbaik Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) S1 dengan raihan IPK 3,75.

Bagi mahasiswi yang akrab disapa Tahayu ini, pencapaian tersebut merupakan kejutan manis yang tak pernah ia duga sebelumnya. Apalagi, selama masa perkuliahan, ia harus membagi fokusnya antara belajar di ruang kelas kampus dan mengabdi di dalam pondok pesantren.

“Alhamdulillah, perasaan saya senang dan penuh sekali. Saya tidak menyangka bisa sampai di posisi ini,” ungkap Tahayu dengan mata berbinar. “Untuk target, saya tidak pernah menargetkan menjadi wisudawan terbaik. Niat awal saya murni untuk kuliah bersungguh-sungguh demi mendapat ilmu yang bermanfaat bagi manusia lain. Tapi Alhamdulillah, Allah memberi rezeki yang tidak terduga.”

Sesuai dengan disiplin ilmunya di bidang media dan komunikasi, Tahayu menyusun tugas akhir yang kritis dan berbobot. Ia sukses mempertahankan skripsi berjudul “Ketidakadilan Gender dalam Film ‘Perjalanan Pembuktian Cinta’ Karya M. Amrul Ummami (2024)”.

Tahayu membeberkan bahwa keresahannya terhadap realitas sosial menjadi pemantik utama ia memilih topik tersebut. “Saya tertarik mengambil judul ini karena melihat adanya ketidakadilan gender yang masih langgeng dalam kehidupan nyata maupun di dalam media. Melalui skripsi ini, saya ingin membuktikan bahwa sesama manusia mempunyai hak yang sama,” jelasnya.

Berbeda dengan mahasiswa pada umumnya yang seringkali stres saat menyusun tugas akhir, Tahayu justru melewatinya dengan penuh suka cita. Baginya, menulis skripsi adalah ruang perjuangan ideologis.

“Alhamdulillah sekali, jujur saya tidak pernah merasakan kesusahan dalam mengerjakan skripsi. Perjalanan saya bisa dikatakan lancar karena saya menjalaninya dengan senang. Saya menulis sekaligus membuktikan bahwa semua manusia itu sama,” tambahnya.

Menjalani peran ganda sebagai mahasiswi sekaligus santri yang mukim di pondok bukanlah perkara mudah. Tahayu mengakui sempat merasa kesulitan di awal dalam membagi waktu. Namun, ia berhasil mengatasinya dengan manajemen diri yang disiplin.

Setiap malam, ia rutin membuat daily journal atau daftar rencana kerja untuk keesokan harinya. Menariknya, ia tidak memenjarakan diri dalam lini masa yang kaku, melainkan menggunakan prinsip produktivitas yang fleksibel namun bertanggung jawab.

“Cara saya membagi waktu adalah membuat list tiap harinya. Prinsip yang saya terapkan: setiap hari saya harus produktif. Jika hari ini tidak produktif, maka besok saya harus ‘sedikit lari’ untuk mengejar target,” tutur mahasiswi yang mengaku sangat menikmati masa-masa kuliahnya tanpa pernah merasa ingin menyerah ini.

Selain itu, ia membagikan rahasia belajarnya yang konsisten sejak semester satu, yaitu selalu membuat rekapan materi kuliah per semester di dalam sebuah buku binder besar untuk dipelajari kembali secara berkala.

Tahayu dengan penuh ketulusan mendedikasikan penghargaan ini untuk kedua orang tuanya, khususnya sang ayah, Maftuhin Zain, yang bekerja sebagai seorang wiraswasta.

“Tentunya, tanpa doa kedua orang tua, saya bukan siapa-siapa. Terima kasih banyak kepada Bapak dan Ibu yang sudah mengorbankan waktu, tenaga, dan jasa yang luar biasa untuk anak perempuan terakhirnya ini. Semoga anaknya ini bisa terus membahagiakan dan selalu ada di samping mereka,” ucapnya dengan nada haru.

Sebagai perwujudan dari akar kata “Mpu” (perempuan hebat) yang sempat disinggung oleh Dekan FDK dalam sambutannya, Tahayu memiliki visi yang besar untuk masa depannya. Saat ini, ia tengah gencar berburu beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang Magister (S2).

Di akhir sesi wawancara, sang wisudawan terbaik KPI ini menitipkan pesan yang menyentuh dan sarat akan nilai ketauhidan untuk teman-teman seangkatannya yang juga diwisuda hari ini.

“Untuk teman-temanku, yakinlah bahwa semua yang terjadi di kehidupan kita adalah rencana Allah yang paling baik. Yakinlah pada dirimu sendiri, bahwa kalian pasti bisa menghadapi semua tantangan yang sedang berada di hadapan kalian,” pungkasnya memotivasi.