UIN Walisongo Online, Semarang – Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang kembali melaksanakan pembekalan kompetensi teknis di bidang astronomi. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (04/10/2026) tersebut menghadirkan Tim Astrofotografer Planetarium UIN Walisongo sebagai pemateri utama.
Pembekalan kali ini berfokus pada kemampuan teknis simulasi pergerakan teleskop melalui perangkat lunak (software) pengendali teleskop. Peserta magang diperkenalkan pada alur kerja penentuan arah teleskop, pengaturan koordinat objek langit, hingga proses simulasi agar teleskop dapat mengarah dan melakukan tracking secara presisi.
Ketua Tim Astrofotografer menjelaskan bahwa kemampuan simulasi menjadi fondasi penting dalam observasi astronomi modern. Teleskop tidak hanya dituntut untuk diarahkan ke posisi objek langit, tetapi juga harus mampu mengikuti pergerakan semu objek akibat rotasi Bumi.
“Melalui software, kita bisa mensimulasikan terlebih dahulu apakah koordinat, arah, dan laju pergerakan teleskop sudah sesuai dengan posisi objek yang akan diamati. Ini memastikan observasi berjalan akurat dan efisien,” jelasnya di hadapan peserta.
Dalam praktiknya, peserta diperlihatkan keterkaitan antara data posisi benda langit — seperti Right Ascension (RA) dan Declination (Dec) — dengan sistem pengendalian teleskop. Dengan simulasi virtual, peserta dapat memahami bagaimana teleskop diarahkan menuju objek tertentu seperti Bulan, planet, maupun objek deep-sky, serta mempertahankan pelacakannya (tracking) mengikuti pergerakan objek tersebut.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan kombinasi pemaparan materi dan praktik simulasi langsung. Peserta tampak antusias mencoba mengatur teleskop secara virtual melalui laptop yang terhubung dengan sistem simulasi, sekaligus melihat visualisasi pergerakan teleskop di layar.
Salah satu peserta magang, Fatahul, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sangat bermanfaat.
“Awalnya saya kira menggerakkan teleskop itu tinggal arahkan saja. Ternyata harus disimulasikan dulu lewat software supaya bisa tracking objek dengan tepat. Materinya daging banget dan langsung praktik, jadi lebih paham bagaimana teleskop bekerja mengikuti pergerakan benda langit,” ujar Fatahul.
Pembekalan ini merupakan bagian dari komitmen Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya dalam mendukung kegiatan observasi, edukasi astronomi, dan astrofotografi. Penguasaan perangkat lunak simulasi dan sistem pengendalian teleskop menjadi keterampilan dasar yang wajib dimiliki oleh pelaksana kegiatan pengamatan astronomi.
Dengan adanya pembekalan berkelanjutan ini, diharapkan peserta magang tidak hanya memahami konsep pengamatan benda langit secara teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan teknis yang dapat diterapkan secara nyata dalam kegiatan observasi menggunakan instrumen astronomi di Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang.


