UIN Walisongo Online, Semarang–Tim Riset MoRA (Ministry of Religious Affairs Research Grant) UIN Walisongo Semarang menggelar Workshop Penulisan Buku Cerita Anak Berbasis Nilai Moderasi Beragama sebagai bagian dari penelitian berjudul Transformasi Moderasi Beragama Berbasis Keluarga: Revitalisasi Peran Ayah sebagai Agen Literasi Spiritual melalui Kegiatan Read Aloud Anak Usia Dini. Penelitian ini diketuai oleh Prof. Dr. Moh. Erfan Soebahar, M.Ag. dengan anggota tim Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag., Azizaturrahma, S.S., M.A., Chyndy Febrindasari, M.A., Arief Darmawan, M.Pd., dan Fajar Aditya, M.M. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Father-Based Religious Moderation Literacy Model (FRMLM) sebagai model penguatan moderasi beragama berbasis keluarga melalui budaya membaca nyaring (read aloud) bagi anak usia dini.
Workshop yang diselenggarakan di The Azana Hotel Airport Semarang ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi literasi, dan penulis cerita anak untuk bersama-sama merancang buku cerita yang mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama dengan pendekatan yang ramah anak. Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai literasi spiritual, teknik penulisan cerita anak, penyusunan alur dan karakter, hingga pendampingan penyusunan naskah dan storyboard sebagai cikal bakal produk penelitian.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Erfan Soebahar M.Ag. yang merupakan ketua tim peneliti, menegaskan bahwa ayah memiliki posisi strategis dalam pembentukan karakter anak. Menurutnya, peran ayah tidak hanya terbatas sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai inspirator dan pendidik pertama yang menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak melalui interaksi yang hangat di lingkungan keluarga.

Sementara itu, anggota tim peneliti, Prof. Dr. Fatah Syukur M.Ag. menyampaikan bahwa fenomena fatherless menjadi tantangan nyata dalam kehidupan keluarga modern. Berkurangnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan membuat banyak fungsi pendidikan karakter beralih kepada lembaga pendidikan formal. Melalui riset ini, Tim Riset MoRA berupaya menghadirkan solusi berbasis penelitian dengan mengembangkan buku cerita yang dapat digunakan ayah saat membacakan cerita (read aloud) kepada anak sebagai media penanaman nilai moderasi beragama dan literasi spiritual sejak usia dini.
Buku cerita yang dikembangkan mengangkat nilai-nilai toleransi, kasih sayang, penghormatan terhadap keberagaman, kerja sama, dan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Melalui cerita yang dekat dengan dunia anak, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat ditanamkan secara alami melalui momen kebersamaan antara ayah dan anak.

Workshop ini menghasilkan sejumlah luaran penting, di antaranya draft buku cerita anak berbasis moderasi beragama. Melalui kegiatan ini, Tim Riset MoRA UIN Walisongo Semarang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi penelitian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Pengembangan buku cerita anak berbasis moderasi beragama diharapkan menjadi media edukasi yang mampu memperkuat peran keluarga, khususnya ayah, dalam membangun generasi yang religius, moderat, berkarakter, dan cinta damai sejak usia dini.


