Tingkatkan Kreativitas Ramah Lingkungan, Mahasiswa KKN Mmk Posko 3 UIN Walisongo Gelar Pelatihan Ecoprint Di Kelurahan Kejajar

UIN Walisongo Online, Wonosobo — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Misi Khusus (KKN MMK) UIN Walisongo Semarang melaksanakan program kerja Pelatihan Ecoprint: Seni Cetak Alami Ramah Lingkungan di Kelurahan Kejajar, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan kreatif berbasis bahan alami yang ramah lingkungan.

Pelatihan ini bertujuan untuk melatih keterampilan peserta sekaligus meningkatkan kreativitas dalam membuat produk ecoprint pada media totebag dengan teknik pounding (Pemukulan). Keterampilan ini diperkenalkan sebagai kegiatan praktis yang mudah diterapkan di rumah dan berpotensi menjadi produk bernilai ekonomis. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Syaiful Alim Al-Wahid, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan partisipasi aktif ibu-ibu PKK serta menekankan pentingnya pemanfaatan bahan alami sebagai bentuk kreativitas ramah lingkungan.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai konsep ecoprint sebagai teknik mencetak motif alami pada kain menggunakan bahan dari alam. Edukasi disampaikan oleh Charisma Indah Wahyuningsih selaku pemateri. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa ecoprint merupakan teknik pewarnaan alami yang memanfaatkan bentuk dan pigmen tumbuhan untuk menghasilkan motif unik pada kain. Peserta juga diperkenalkan pada manfaat penggunaan bahan ramah lingkungan serta potensi ecoprint sebagai produk kreatif bernilai ekonomis.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan ecoprint pada totebag menggunakan metode pounding. Sebelum proses pencetakan, totebag dicuci menggunakan larutan TRO untuk membersihkan kotoran dan membuka pori serat kain. Selanjutnya, totebag direndam dalam air panas yang dicampur tawas sebagai tahap mordanting agar warna dari bahan alami dapat menempel dengan baik. Daun dan bunga kemudian disusun di atas permukaan totebag, dilapisi plastik, lalu dipukul menggunakan palu kayu hingga menghasilkan motif alami pada kain. Proses pewarnaan diperkuat dengan penggunaan bahan pendukung seperti tawas dan tunjung sebagai fiksator warna agar hasil cetakan lebih tahan lama dan jelas.

Pelatihan berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh antusiasme. Peserta aktif mencoba berbagai kombinasi daun dan bunga untuk menghasilkan motif yang unik. Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan baru bagi peserta, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pemanfaatan bahan alami dalam kegiatan produktif yang ramah lingkungan. Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat mengembangkan kreativitas serta membuka peluang usaha berbasis kerajinan tangan yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.