UIN Walisongo Online, Salatiga — Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang mengambil langkah progresif dalam meningkatkan mutu akademik dengan menggelar Workshop Kurikukum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari pada Kamis–Jumat, 30–31 Juli 2026, bertempat di Hotel Laras Asri, Salatiga.
Acara yang diinisiasi oleh Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) FTIK ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, ketua dan sekretaris program studi, serta para dosen di lingkungan FTIK UIN Walisongo.
Komitmen Peningkatan Mutu Melalui OBE dan Deep Learning
Workshop secara resmi dibuka oleh Dekan FTIK UIN Walisongo, Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa penyusunan perangkat ajar yang adaptif terhadap kurikulum berbasis OBE dan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) merupakan kunci utama untuk menjawab standar akreditasi serta tuntutan kualitas lulusan di era modern.
“Kurikulum dan perangkat pembelajaran harus mampu memastikan bahwa Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) tercapai secara optimal melalui instrumen pembelajaran yang terukur dan aplikatif,” ungkap Prof. Abdul Rohman dalam arahannya.
Selain fokus pada kurikulum, beliau juga menyoroti pentingnya kesiapan para dosen dalam menghadapi transisi sistem pelaporan kinerja dan administrasi akademik, termasuk pemenuhan kewajiban publikasi ilmiah yang terintegrasi secara otomatis. Pihaknya mendorong adanya kolaborasi yang kuat antar-dosen agar seluruh target tridharma perguruan tinggi dapat tercapai dengan baik demi kemajuan institusi.

Arahan dan Sambutan Kaprodi PPG FTIK UIN Walisongo
Sebagai pengampu inisiatif kegiatan ini, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) FTIK UIN Walisongo, Dr. Dwi Istiyani, M.Ag., memberikan sambutan serta pengantar strategis yang menyoroti urgensi pembaruan perangkat pembelajaran bagi para pendidik profesional. Beliau menegaskan bahwa tata kelola pembelajaran di era kontemporer menuntut fleksibilitas, kedalaman pemahaman, serta orientasi hasil yang jelas.
“Program Studi PPG FTIK UIN Walisongo senantiasa berkomitmen dalam mengawal kualitas guru profesional. Melalui workshop ini, kami ingin memastikan bahwa perangkat ajar yang dirancang tidak hanya memenuhi standar administratif, tetapi benar-benar menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik melalui pendekatan deep learning dan struktur OBE yang presisi,” ujar Dr. Dwi Istiyani.
Beliau juga menambahkan bahwa sinergi antara dosen pengampu dan pengelola program studi sangat krusial dalam menerjemahkan kebijakan kurikulum nasional ke dalam ruang-ruang kelas perkuliahan secara nyata, sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki daya saing tinggi dan siap menghadapi kompleksitas dunia pendidikan masa depan.
Rangkaian Acara dan Narasumber Ahli
Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional yang ahli di bidangnya untuk mendampingi para peserta secara intensif, yakni Nur Luthfi Rizqa Herianingtyas, M.Pd., Kaprodi PPG UIN Syarif Hidayatullah yang juga Tim Pengembang Pembelajaran Mendalam Kemendikdasmen RI.
Adapun agenda utama mencakup pendalaman materi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) untuk PPG serta teknik penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE. Dilanjutkan pelatihan penyusunan produk Modul Ajar berbasis Deep Learning bagi mahasiswa PPG, serta sesi evaluasi dan perumusan rencana tindak lanjut program.
Dengan terselenggaranya workshop ini, PPG FTIK UIN Walisongo Semarang optimis dapat terus mencetak standar pembelajaran yang inovatif, memperkuat daya saing dosen, serta melahirkan lulusan pendidik profesional yang unggul dan berdaya saing global.


