UIN Walisongo Online, Semarang – UIN Walisongo Semarang kembali membuka ruang pengenalan kampus bagi sekolah mitra melalui kegiatan kunjungan edukatif yang berlangsung di Ruang Teater Planetarium UIN Walisongo, Senin (11/5/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 92 siswa dan 10 guru dari MAN Pekalongan sebagai bagian dari penguatan wawasan pendidikan tinggi sekaligus layanan informasi penerimaan mahasiswa baru.
Rombongan MAN Pekalongan hadir didampingi langsung oleh Kepala MAN Pekalongan, Drs. Komarudin, M.Pd., Wakil Kepala Bidang Kurikulum Mimik Widyawati, S.Psi., serta Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Mandira Satriawati, S.Pd., M.Pd.
Kepala Pusat Admisi pada Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo, Sayyidatul Fadlilah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas hubungan baik yang selama ini terjalin antara MAN Pekalongan dan UIN Walisongo. Menurutnya, MAN Pekalongan menjadi salah satu sekolah yang aktif mengikuti berbagai program dan kegiatan di lingkungan UIN Walisongo.
“MAN Pekalongan telah beberapa kali berkunjung ke UIN Walisongo dan turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, termasuk olimpiade yang diselenggarakan Fakultas Sains dan Teknologi. Kami sangat mengapresiasi antusiasme dan semangat para siswa untuk mengenal dunia kampus lebih dekat,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Pusat Admisi menghadirkan tim admisi dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo sebagai narasumber. Tim tersebut terdiri atas dosen FDK, Nahnu Robid Jiwandono, M.Pd. dan R. Setyastama, S.Ant., M.A., serta mahasiswa FDK, Vita Mulyanti dari Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU) dan Muhammad Ilham Septiawan dari Program Studi Manajemen Dakwah (MD).
Sebelum mengikuti sesi sosialisasi kampus, rombongan MAN Pekalongan berkesempatan menikmati pertunjukan Planetarium UIN Walisongo. Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Kepala MAN Pekalongan, Komarudin.
“Alhamdulillah kami tadi sudah melihat langsung Planetarium UIN Walisongo yang sangat layak disebut sebagai planetarium terbesar se-Asia Tenggara. Kami sangat takjub karena planetarium ini membuka mata tentang kebesaran dan kekuasaan Allah SWT,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting bagi siswa untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kehidupan perkuliahan dan peluang pendidikan di UIN Walisongo.
“Anak-anak kami perlu mendapatkan informasi yang detail dan langsung dari tim admisi agar ketika mendaftar ke UIN Walisongo nanti mereka bisa lebih siap dan lancar. Jika ada hal yang ingin diketahui, silakan ditanyakan langsung kepada tim admisi,” tambahnya.
Komarudin juga mengenang pengalamannya saat mengikuti sertifikasi haji di Donohudan bersama FDK UIN Walisongo. Menurutnya, pengalaman tersebut membuat dirinya merasa memiliki kedekatan tersendiri dengan UIN Walisongo.
Dalam sesi pemaparan, Nahnu Robid Jiwandono memperkenalkan berbagai prestasi mahasiswa UIN Walisongo, salah satunya capaian internasional mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Film karya mahasiswa KPI berjudul Menunggu Dijemput berhasil meraih penghargaan kategori “Web Content” dalam ajang film internasional di Yeosu, Korea Selatan pada tahun 2024.
“Bagi siswa yang tertarik dengan dunia broadcasting, public relation, dan media, Program Studi KPI bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mengembangkan potensi. Meski demikian, UIN Walisongo memiliki 55 program studi, 9 fakultas, dan program pascasarjana yang dapat dipilih sesuai minat dan bakat mahasiswa. Informasi lengkap dapat diakses melalui pmb.walisongo.ac.id maupun Instagram @pmb.uinws,” jelasnya.
Selain memperkenalkan program studi, tim admisi FDK juga menjelaskan berbagai peluang beasiswa yang tersedia di UIN Walisongo. Pada tahun 2026, UIN Walisongo diperkirakan menyediakan sekitar 500 kuota Beasiswa KIP Kuliah (KIPK) yang mencakup pembebasan UKT dan bantuan biaya hidup hingga semester delapan. Selain itu, tersedia pula Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), Beasiswa Baznas, hingga berbagai beasiswa dari pemerintah daerah dan lembaga mitra lainnya.
Khusus bagi siswa penghafal Al-Qur’an 30 juz, UIN Walisongo juga membuka peluang melalui Jalur Mandiri Prestasi dengan fasilitas pembebasan UKT hingga lulus apabila lolos seleksi beasiswa.
Tidak hanya itu, para siswa juga diperkenalkan dengan berbagai fasilitas unggulan kampus seperti integrated laboratory, broadcasting laboratory, laboratorium persidangan, mini bank, American Corner, gedung serba guna, hingga Planetarium UIN Walisongo. Nahnu juga memperkenalkan 18 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) serta berbagai program internasional yang dapat diikuti mahasiswa.
Salah satu program unggulan tersebut adalah KKL dan KKN Internasional di Arab Saudi yang pada tahun 2025 diikuti oleh 22 mahasiswa Program Studi Manajemen Haji dan Umrah. Program ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami ekosistem pelayanan haji dan umrah melalui praktik lapangan, kunjungan ke berbagai instansi, serta pembelajaran manajemen operasional di Tanah Suci.
Di akhir kegiatan, Komarudin menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan pelayanan yang diberikan UIN Walisongo kepada rombongan MAN Pekalongan.
“Alhamdulillah kami mendapatkan ilmu sekaligus saudara. Kami juga merasa sangat terbantu karena tim admisi UIN Walisongo siap memfasilitasi siswa kami yang membutuhkan bantuan informasi maupun pendampingan teknis saat mendaftar di UIN Walisongo,” pungkasnya.


